Suara.com - Buntut kericuhan saat pemungutan suara di Victoria Park, Hongkong, Ketua Pokja Panitia Pemilihan Luar Negeri Wahid Supriyadi memberikan penjelasan kepada masyarakat Indonesia, siang ini, Senin (7/7/2014).
Ia menceritakan bahwa jumlah pemilih di Pemilu Presiden RI 2014 di Hongkong melonjak sampai sekitar 400 persen dibandingkan pada Pemilu Legislatif 9 April yang lalu.
"Meningkat tajam dari pada pemilu legislatif, bahkan Hongkong mencatat ada 400 persen atau kenaikan empat kali terhadap pileg yang lalu," kata Wahid Supriyadi di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat.
Itu sebabnya, antrean calon pemilih di Victoria Park pada Minggu (6/7/2014) kemarin sore, sangat banyak, apalagi ketika itu PPLN hanya diberi waktu lima jam atau sampai jam 17.00 WIB oleh Kementerian Hongkong untuk menggunakan fasilitas publik tersebut.
Satu jam sebelum penutupan, kata Wahid, PPLN sudah memberikan informasi kepada calon pemilih. Tapi, gelombang calon pemilih datang lagi pada pukul 17.00 waktu Hongkong.
"Memang, jam 17.00 antreannya sedikit dan yang datang 100 orang. Mereka menuntut untuk memberikan hak pilihnya," kata Wahid.
Dengan alasan jam penggunaan Victoria Park sudah habis, PPLN memutuskan untuk menutup pemungutan suara.
"Karena memang sudah tidak memungkinkan lagi dengan sangat menyesal PPLN tidak bisa memfasilitasi jadi itu yang terjadi," katanya.
Kementerian Luar Negeri RI, katanya, juga tidak bisa memindahkan lokasi pemungutan suara secara mendadak dengan alasan waktunya sudah malam.
PPLN, kata Wahid, menyesalkan kejadian tersebut.
Seperti diketahui, pencoblosan yang berlangsung di Victoria Park, Hong Kong, berlangsung ricuh. Sebagian buruh migran Asal Indonesia merubuhkan pagar lantaran kesal dengan tindakan Panitia Pemilihan Luar Negeri yang sudah menutup tempat pemungutan suara dengan alasan waktu sudah habis, padahal mereka belum memberikan hak suara.
Berita Terkait
-
Buntut Ricuh di Hongkong, Pendukung Jokowi akan Lapor PBB
-
Kubu Jokowi Tuntut Pemungutan Suara Lanjutan di Hongkong
-
Ricuh di Hongkong, Timses Jokowi Minta Panwas Pecat Panitia Provokatif
-
Kubu Jokowi Sesalkan Bawaslu dan KPU Tak Bisa Apa-apa di Hongkong
-
Kubu Prabowo Cek Isu Pengarahan Dukungan di Hongkong
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan