News / Nasional
Senin, 07 Juli 2014 | 14:51 WIB
Debat capres-cawapres 2014 di Balai Sarbini Jakarta, Senin (9/6). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Jajak pendapat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network menyampaikan, meningkatnya elektabilitas pasangan kandidat capres cawapres nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla terjadi karena adanya perpindahan dukungan dari para pemilih lelaki.

Survei yang dilakukan LSI pada periode 2-5 Juli 2014 itu sempat menyebut pasangan Jokowi-JK meraup elektabilitas hingga 47,8 persen, sementara Prabowo-Hatta 44,2 persen.

Tren peningkatan elektabilitas itu terjadi menjelang hari pencoblosan pada 9 Juli 2014.

"Secara mengejutkan, untuk pertama kali juga Jokowi JK 46,73 persen mengungguli Prabowo Hatta 45,20 persen di segmen pemilih pria, meskipun masih tipis,” jelas peneliti LSI Fitri Hari di Jakarta, Senin (7/7/2014).

Dari survei juga diperoleh data, kalau para pemilih di desa dan kota juga ikut menyumbang pada naikknya elektabilitas Jokowi-JK.

“Di desa, Jokowi JK meraup dukungan 47,59 persen, sedangkan Prabowo Hatta 44,40 persen, dan di kota, Jokowi JK didukung 48,12% suara sedangkan Prabowo Hatta hanya didukung 44% suara," kata Fitri lagi.

Meningkatnya elektabilitas pasangan nomor urut dua ini juga didukung oleh konsistensi pemilih yang pada survey sebelumnya menggunggulkan Jokowi JK, seperti pemilih dari segmen perempuan, Agama, etnik Jawa, kaum buruh, petani, dan ibu rumah tangga.

Menurut Fitri, meskipun selisih dari segmen pemilih yang dahulunya memilih Prabowo Hatta masih kecil, namun itu sangat berarti karena perkembangannya langsung mampu melewati angka yang ada pada survei yang dilakukan pada akhir Juni 2014 lalu.

"Meskipun selisihnya kecil, itu sangat signifikan karena sebelumnya di bawah angka dukungan terhadap pasangan Prabowo Hatta," tutupnya.

Survey yang dilakukan di 33 Propinsi di Indonesia ini dilakukan dengan menggunakan metode baku LSI sejak tahun 2004, yaitu metode acak bertingkat atau multistage random sampling.

Survei melibatkan 2.400 responden yang diwawancarai secara tatap muka dengan margin of errornya 2 persen.

Tidak hanya metode dasar tersebut, survey ini juga dilengkapi dengan riset kuantitatif melalui wawancara mendalam dan media analisis.

Load More