Suara.com - Jajak pendapat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network menyampaikan, meningkatnya elektabilitas pasangan kandidat capres cawapres nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla terjadi karena adanya perpindahan dukungan dari para pemilih lelaki.
Survei yang dilakukan LSI pada periode 2-5 Juli 2014 itu sempat menyebut pasangan Jokowi-JK meraup elektabilitas hingga 47,8 persen, sementara Prabowo-Hatta 44,2 persen.
Tren peningkatan elektabilitas itu terjadi menjelang hari pencoblosan pada 9 Juli 2014.
"Secara mengejutkan, untuk pertama kali juga Jokowi JK 46,73 persen mengungguli Prabowo Hatta 45,20 persen di segmen pemilih pria, meskipun masih tipis,” jelas peneliti LSI Fitri Hari di Jakarta, Senin (7/7/2014).
Dari survei juga diperoleh data, kalau para pemilih di desa dan kota juga ikut menyumbang pada naikknya elektabilitas Jokowi-JK.
“Di desa, Jokowi JK meraup dukungan 47,59 persen, sedangkan Prabowo Hatta 44,40 persen, dan di kota, Jokowi JK didukung 48,12% suara sedangkan Prabowo Hatta hanya didukung 44% suara," kata Fitri lagi.
Meningkatnya elektabilitas pasangan nomor urut dua ini juga didukung oleh konsistensi pemilih yang pada survey sebelumnya menggunggulkan Jokowi JK, seperti pemilih dari segmen perempuan, Agama, etnik Jawa, kaum buruh, petani, dan ibu rumah tangga.
Menurut Fitri, meskipun selisih dari segmen pemilih yang dahulunya memilih Prabowo Hatta masih kecil, namun itu sangat berarti karena perkembangannya langsung mampu melewati angka yang ada pada survei yang dilakukan pada akhir Juni 2014 lalu.
"Meskipun selisihnya kecil, itu sangat signifikan karena sebelumnya di bawah angka dukungan terhadap pasangan Prabowo Hatta," tutupnya.
Survey yang dilakukan di 33 Propinsi di Indonesia ini dilakukan dengan menggunakan metode baku LSI sejak tahun 2004, yaitu metode acak bertingkat atau multistage random sampling.
Survei melibatkan 2.400 responden yang diwawancarai secara tatap muka dengan margin of errornya 2 persen.
Tidak hanya metode dasar tersebut, survey ini juga dilengkapi dengan riset kuantitatif melalui wawancara mendalam dan media analisis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno