Suara.com - Tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melaporkan dugaan praktik politik uang ke Panwaslu Temanggung, Rabu (9/7/2014)
Anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Temanggung, Yunianto, mengatakan, pihaknya melaporkan adannya dugaan politik uang di Dusun Duren sawit, Desa Gowak, Kecamatan Pringsurat yang dilakukan oleh seseorang untuk pemenangan calon lain.
"Ada seseorang membagikan uang sejumlah orang di Dusun Duren Sawit, pada Selasa (8/9/2014) malam, sekitar pukul 21.00 WIB dan oleh saksi diketahui yang kemudian dilaporkan ke tim sukses Jokowi-JK. Kami berhasil mengamankan Rp300 ribu," katanya.
Dia mengatakan, pada kesempatan tersebut dibagikan uang sejumlah Rp150 ribu untuk 15 orang pemilih. Sisa uang yang belum dibagikan Rp150 ribu.
Yunianto juga menyebutkan, barang bukti uang sebanyak Rp300 ribu tersebut terdiri atas pecahan Rp50 ribu tiga lembar, Rp20 ribu satu lembar, Rp10 ribu empat lembar, dan Rp5.000 enam lembar.
"Setelah merasa dilaporkan warga, orang yang membagikan uang tersebut kemudian menarik kembali uang yang sudah dibagikan tersebut pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB," katanya.
Anggota Panwaslu Temanggung, Sam Fery Baehaki, mengatakan setelah mendapat laporan pihaknya akan mempelajari dan kemudian membuat rekomendasikan ke Gakumdu.
"Kami akan melakukan klarifikasi dengan memanggil saksi-saksi termasuk terlapor," katanya.
Yunianto mengatakan, dengan adanya laporan tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Panwas Kecamatan Pringsurat untuk menindaklanjuti apakah unsur politik uang terpenuhi, yakni adanya ajakan dan alat peraga. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf