Suara.com - Aktris asal Texas, Shannon Guess Richardson (36), akhirnya dijatuhi vonis 18 tahun penjara, lantaran tindakannya mengirimkan surat beracun ke sejumlah tokoh, termasuk Presiden AS Barack Obama. Selain Obama, surat mengandung ricin itu juga dikirimkan Richardson kepada mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg, serta Mark Glaze yang sempat memimpin kelompok anti-senjata api Bloomberg berlabel "Mayors Against Illegal Guns".
Diketahui, Richarsson yang waktu itu hamil mengirimkan surat-surat tersebut tahun lalu, sebelum akhirnya ditangkap polisi usai coba melibatkan suaminya. Sebagaimana dikutip Gawker dari USA Today, ketiga surat dikirimkan Richardson pada Mei 2014 lalu dari rumahnya di New Boston, dekat wilayah Texarkana.
Usai mengeposkan surat itu, Richardson lalu berkendara ke kantor polisi Shreveport, Louisiana, sembari coba melibatkan suaminya yang sebelumnya sudah mengajukan cerai. Kepada polisi pula, Richardson mengaku sebelumnya tidak mengira surat-surat itu akan benar-benar dibuka karena ketatnya prosedur keamanan.
"Apa yang ada di dalam surat ini tak sebanding dengan apa yang kusimpan (rasakan) di dalam terhadap Anda, Bapak Presiden," bunyi surat Richardson kepada Obama. "Anda harus membunuhku dan keluarga sebelum bisa mengambil pistol-pistolku. Siapa pun yang ingin datang ke rumahku akan mendapatkan tembakan di wajahnya," sambungnya.
Richardson sebelumnya dikenal antara lain pernah ikut berperan di film The Walking Dead, serta The Vampire Diaries. Kini, selain harus berhadapan dengan penjara, perempuan yang melahirkan putra saat dalam masa tahanan itu juga diharuskan membayar US$367.000 sebagai biaya kesepakatan pembelaan yang ia ajukan Desember lalu.
"Saya tak pernah berniat menyakiti siapa pun," ungkap sang aktris, usai pembacaan vonisnya, Rabu (16/7/2014) waktu setempat.
"Saya bukanlah orang jahat. Saya tidak punya keinginan jahat untuk menyakiti orang dalam diriku. Saya mencintai negaraku, dan menghormati Presidenku," tambahnya. [Gawker/USA Today]
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
-
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan