Suara.com - Wacana pembentukan pansus kecurangan pemilu presiden 2014 merupakan bentuk delegitimiasi Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara negara.
Wakil Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, wacan tersebut muncul akibat ketidakpuasan dari hasil pengumuman KPU Pusat sehingga muncul tuduhan terjadi kecurangan masif dan sistematis.
Hasto juga yakin, rakyat tidak akan mendukung pansus kecurangan pilpres. Karena, kata dia, rakyat sudah tahu bahwa wacana tersebut merupakan strategi untuk merebut kekuasaan.
“Wacana itu adalah bagian dari strategi pengepungan di mana ada upaya untuk mendelegitimasi pemilu dan juga KPU. Kami sendiri sudah kenyang dengan hal seperti itu mulai dari fitnah hingga serangan hitam. Rakyat belum tentu mendukung karea proses politik yang berlangsung di parlemen harus sesuai dengan apa yang dirasakan oleh rakyat,” kata Hasto kepada suara.com melalui sambungan telepon, Kamis (24/7/2014).
Hasto menambahkan, apabila terbentuk maka anggota dewan yang masuk dalam Pansus tersebut akan berhadapan dengan kekuatan rakyat. Menurut dia, pansus tersebut bukan berasal dari keinginan akar rumput sehingga akan ditolak keberadaannya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Dalam Negeri Chatibul Umam Wiranu mengatakan, pembentukan pansus kecurangan pemilu presiden merupakan hak konstitusional DPR. Apabila ditemukan kecurangan dalam pilpres, maka pansus tersebut bisa dibentuk.
Dalam pidato politik pada 22 Juli lalu, caon presiden Prabowo Subianto mengatakan, telah terjadi kecurangan yang masif dan sistematis dalam pemilu presiden. Karena itu, Prabowo menarik diri dari tahapan proses rekapitulasi pilpres dan meminta semua saksinya untuk meninggalkan ruangan proses rekapitulasi di gedung KPU.
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi
-
Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta
-
AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini
-
Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya
-
Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar
-
Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran
-
Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad
-
Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut
-
Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen
-
Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran