Suara.com - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum tahu soal adanya penandatangan renegosiasi antara PT. Freeport Indonesia dengan Pemerintah Indonesia. Dia mengatakan, perlu mengetahui detail isi renegosiasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Jokowi yang merupakan presiden terpilih untuk periode 2014-2019, mengungkapkan tidak bisa berbuat apa-apa terkait kontrak itu karena periode kepemimpinannya belum dilantik.
"Untuk apa saya urus sekarang? Urusan saya sekarang apa? Saya biasa bekerja detail. Memahami dulu masalahnya baru bicara," kata Jokowi di sela kunjungannya ke Pasar Notoharjo, Solo, Sabtu (26/7/2014).
Dia menerangkan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, kontrak Freeport di Indonesia yang habis tahun 2021 baru akan dibahas dua tahun sebelumnya, yakni pada 2019.
"Masalah Freeport saya tidak tahu, setahu saya kontrak habis tahun 2021, dan sesuai ketentuan perundang-undangan akan dibahas perpanjangan kontrak dua tahun sebelumnya," kata Jokowi.
Jokowi mengaku belum diajak komunikasi mengenai kontrak PT. Freeport Indonesia dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Urusannya apa (SBY ajak berkomunikasi)? Mengurung apa? Urusan-urusan lain masih banyak," katanya.
Diketahui, pemerintah memastikan perpanjangan izin operasi PT Freeport Indonesia dilakukan oleh pemerintah baru. Saat ini, pemerintah hanya menandatangani MoU yang terkait dengan royalti, bea keluar dan lainnya.
Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung mengatakan MoU dengan Freeport akan menyangkut perubahan royalti ekspor, dari sebelumnya 1 persen menjadi 3,75-4 persen untuk emas dan tembaga.
"Selain royalti, Freeport juga akan membayar bea keluar. Dengan begitu, pendapatan yang diterima negara jauh lebih besar," kata Chairul baru-baru ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
Terkini
-
Eks Pengacara Lukas Enembe Ajukan PK, Putusan MK Jadi Senjata Baru
-
Tim Bon Jowi Klaim Menang 4-0 di KIP soal Ijazah Jokowi, Kini Tinggal Hadapi Polri
-
Kepala BGN Sambangi Banggar DPR, Said Abdullah Sebut Ada Penajaman Prioritas Anggaran Rp20 Triliun
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Di Sidang Noel, Saksi Ungkap Setor Rp 6,4 Miliar ke Kemnaker untuk Sertifikasi K3
-
Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei
-
Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
-
Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?
-
Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat