Suara.com - Mahkamah Konstitusi menyelenggarakan sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum dalam Pilpres 2014, pagi ini. Sidang diajukan oleh kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu yang telah memenangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Prabowo dan Hatta terlihat sudah berada di MK sebelum sidang perdana dimulai. Mereka tiba sekitar 09.15 WIB dengan mengenakan pakaian resmi kampanye, kemeja putih dan lambang garuda merah di dada kanan, serta memakai peci hitam.
Sebelum masuk ke gedung MK, kedua tokoh melambaikan tangan kepada pendukung yang berkumpul di depan gedung.
Sidang perdana mulai digelar pukul 09.30 WIB dengan agenda pemeriksaan perkara dari pihak Prabowo-Hatta.
"Sidang pertama itu untuk mendengarkan penjelasan-penjelasan lisan dari pemohon tentang materi gugatan yang diajukan," kata Hakim MK Hamdan Zoelva, kemarin, Selasa (5/8/2014).
Setelah itu, hakim akan memberikan masukan kepada pemohon, dilanjutkan dengan pemberian waktu 1x24 jam untuk perbaikan kekurangan dalam surat permohonan sengketa.
"Setelah itu Mahkamah Konsitusi akan memberikan nasihat-nasihat ini akan diberikan oleh hakim mana tau dalam permohonan itu yang secara formal ada yang harus diperbaiki dan disempurnakan," kata Hamdan.
"Jadi sidang (ini) masih ada kesempatan bagi pemohon untuk memperbaiki dan menyempurnakan permohonannya setelah ada nasihat-nasihat dan saran dari hakim," Hamdan menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin Hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029