Suara.com - Bekas kepala BIN Hendropriyono resmi ditunjuk menjadi Dewan Penasihat Tim Transisi dalam rapat yang dipimpin langsung Joko Widodo (Jokowi) di Rumah Transisi, Menteng, Jakarta, hari ini, Sabtu (9/8/2014).
Kendati kepastian itu baru diumumkan siang ini, namun sinyal keterlibatan langsung Hendropriyono sudah mulai terlihat sejak Jumat (8/8/2014) malam, dimana Hendro mulai ikut rapat bersama tim.
Hendropriyono, usai bertemu dengan Jokowi menyampaikan kalau dia ditugaskan menjadi penasihat bidang intelijen.
“Yang saya ngerti ya soal intelijen. Saya akan memberi nasihat sekitar intelijen," katanya usai mengikuti rapat bersama Jokowi.
Dia tidak menyebut detil tentang alasan Jokowi menunjuknya sebagai dewan penasihat, tapi yang pasti tugasnya tidak akan serumit Tim Transisi Jokowi langsung.
Hendro mengaku siap datang jika hendak dimintai pendapat saja.
Sebelumnya juga dikabarkan kalau Jokowi meminang bekas Ketua Muhamadiyah Syafii Ma’arif masuk menjadi dewan penasihat lainnya. Namun belum ada penejelasan soal apa fungsi dan tugas Buya Syafii sebagai dewan penasihat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji