Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Irjen Polisi (Purnawirawan) Ansyaad Mbai menyebut, kelompok berpaham radikalisme, seperti ISIS, terlalu murah menjual dan menjanjikan surga kepada pengikutnya lewat aksi kekerasan dan teror.
Dalam seminar yang dihadiri Menteri Agama dan pimpinan ormas Islam terkait Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (9/8/2014), Ansyaad mengatakan kelompok radikal kerap mengklaim keyakinannya paling benar.
"Mereka menganggap lembaga demokratis dan pemilu sebagai perwujudan dari kekafiran. Untuk itu, jihad harus digelorakan untuk melawannya," kata Ansyaad.
Bahkan, kata dia, kelompok juga menghalalkan teror, bom bunuh diri, membunuh birokrat pemerintahan, dan membantai masyarakat yang tidak mendukungnya.
"Mereka yakin dengan melakukan segala kengerian itu mereka akan masuk surga, pola pikir itu yang mereka gunakan. Orang-orang ini menjual surga terlalu murah," kata Ansyaad.
Sementara itu, untuk memutuskan kekafiran, tidak bisa diputuskan oleh satu atau dua ulama saja. Namun, harus merupakan kesepakatan para ulama-ulama.
"Tidak bisa juga suatu kelompok mengklaim jihad. Jihad itu harus dilakukan (lewat keputusan) suatu negara," kata Ansyaad mengutip pakar agama Islam Syaikh Dr. Naji Ibrahim dan Syaikh Ali Halaby.
Selama ini yang berjuang memusuhi terorisme adalah polisi sehingga sering kali anggota dari aparat kepolisian yang menjadi sasaran teror.
"Kita sangat lemah jika membebankan seluruh masalah ini kepada Polri," kata Ansyaad.
Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan, jika ISIS melakukan perlawanan terhadap pemerintahan dan hukum yang ada, di dalam bahasa hukum, ini bisa disebut tindakan makar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk