Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Adam Arisoy membantah tuduhan dari saksi Prabowo yang menyebutkan ada 14 kabupaten di Provinsi Papua yang tidak melaksanakan pencoblosan dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (13/8/2014).
“Untuk 14 kabupaten tak melakukan pemungutan, saya membantah itu. Tanggal 8 saya di Jayawijaya, saya mengecek logistik kabupaten-kabupaten, tak ada intervensi siapapun. Pemilu tanggal 9 sesuai mekanisme yang ada, berlangsung dari tingkat TPS," tutur Adam Arisoy.
Adam juga menerangkan soal sulitnya mengundang saksi pasangan calon ketika rekapitulasi suara.
Padahal, undangan untuk para saksi ini sudah bekerja sama dengan Radio Rakyat Indonesia (RRI) sebagai penghubung. Namun, hingga rekapitulasi dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2014, tak ada saksi yang datang.
"Saya tanya, kalian (KPU Kabupaten Pegunungan Bintang) ada kirim undangan ke saksi? Mereka sampaikan sudah kirimkan undangan. Ternyata dalam rekap tidak dihadiri," kata Adam.
Sebelumnya Ketua KPU Kabupaten Paniai Hamnawifa mengakui tidak ada pemungutan suara saat Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014 di Kampung Awabutu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua.
Hamnawifa mengatakan pelaksanaan pencoblosan ditarik di distrik ini telah disetujui oleh Panitia Pengawas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir
-
Kepala SPPG di Jember Mabuk dan Berantem dengan Relawannya Sendiri
-
Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri
-
Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu
-
Modifikasi BMW Passato dari Indonesia Siap Tampil di SEMA Show 2026 Las Vegas
-
Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen
-
Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera