Suara.com - Hakim Konstitusi Arief Hidayat protes ketika saksi dari KPU memanggilnya dengan sebutan 'ketua' dalam sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum di Mahkamah Konstitusi, Rabu (13/8/2014) malam.
Saksi bernama Ramlan itu menyebut Arief 'ketua' ketika Arief keliru menyebut alamat Ramlan di kawasan Tangerang, Banten.
"Salah Pak ketua," kata Ramlan.
Mendengar itu, Arief juga protes dengan nada bercanda.
"Saya bukan ketua, nanti saya dikira kudeta,” kata Arief yang kemdian disambut tawa hadirin.
Setelah diingatkan, Arief langsung mencari berkas yang benar.
"Jadi yang benar Jalan PLT Suluh Nomor 58, Rt 001, RW 004," kata Arief.
"Benar Yang Mulia," kata Ramlan.
Selanjutnya, Arief mengoreksi kesalahannya tadi di muka sidang.
“Ooo ini ya (sembari menunjuk alamat Ramlan di berkas). Ini matanya sudah kacau,” katanya dan peserta sidang pun tertawa lagi.
Sidang sengketa perselisihan hasil pilpres diajukan oleh kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Mereka tidak mau mengakui hasil pemilu yang telah diumumkan KPU dan memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri