Suara.com - Presiden terpilih Joko Widodo mengapresiasi pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berjanji akan membantu Presiden dan Wakil Presiden baru.
Menurut Jokowi, , banyak masalah belum terselesaikan. Dukungan Susilo Bambang Yudhoyono penting seperti memberitahu mana masalah yang baru, sedang dan sudah diselesaikan, sehingga pemerintah selanjutnya bisa menyelesaikannya.
"Ini untuk memuluskan jalannya transisi," katanya.
Saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2015 di depan sidang DPR RI, SBY juga menyebutkan bahwa RAPBN ini disiapkan oleh pemerintahnya, tetapi nantinya dijalankan oleh pemerintahan baru di bawah pasangan presiden terpilih.
Ini artinya, kata Jokowi, Presiden SBY siap membantunya dalam menyusun pondasi pemerintahan ke depan melalui proses transisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Model transisi seperti ini sangat bagus. Tidak hanya untuk pemerintah pusat, tetapi juga di pergantian gubernur, wali kota atau bupati, sebab pemimpin yang baru saja terpilih seringkali tak dapat langsung tancap gas melaksanakan program andalan, karena tak diikut-sertakan ke dalam pembahasan APBN atau APBD,” kata Jokowi.
Jokowi mengistilahkan kondisi kepemimpinan yang baru seperti itu sebagai "CNN" atau "cuma nengak-nengok". Karena itu harus ada proses transisi sehingga pejabat yang baru ini bisa langsung bekerja, bukan hanya nengak-nengok.
Orang nomor satu di balaikota Jakarta ini mengaku, kondisi itu pernah dialami dirinya ketika menjadi wali kota Surakarta dan gubernur DKI Jakarta untuk yang pertama kali. Dirinya terpaksa menjalankan rancangan program pemimpin sebelumnya sampai bisa memasukkan program andalannya di dalam pembahasan anggaran perubahan di akhir tahun.
Oleh karena itu, dia ingin keberadaan tim transisi Jokowi-Jusuf Kalla menjadi 'trend' baru di dunia politik Indonesia. Untuk itulah Jokowi membentuk tim transisi yang bertugas mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kelembagaan di bawah presiden dan wakil presiden, termasuk struktur kabinet. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!