Suara.com - Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, Janedjri M Gaffar, mengatakan dalam sidang putusan hakim konstitusi yang akan berlangsung besok, Kamis (21/8/2014), hanya akan ada agenda tunggal. Yakni, pembacaan putusan hasil sidang sengketa pemilu presiden dan wakil presiden.
"Agendanya tunggal. Tidak ada (penyampaian lagi dari pihak-pihak yang bersengketa)," kata Janedjri, Rabu (20/8/2014).
Janedjri optimistis sidang putusan besok berjalan lancar karena MK berkomitmen untuk menyelesaikan perkara yang diajukan Prabowo-Hatta tersebut sesuai jadwal.
"Maksimal malam ini putusan sudah diselesaikan sehingga besok putusan itu tinggal dibacakan dalam sidang," kata Janedjri.
Hari ini, sembilan hakim konstitusi melakukan rapat permusyawaratan hakim secara tertutup. Rapat tersebut untuk membahas sekaligus membuat keputusan hasil sidang.
Janedjri mengatakan apabila hari ini rapat tersebut belum mencapai kesepakatan, akan dilanjutkan sampai besok pagi menjelang sidang pleno putusan.
Janedjri menjelaskan pengambilan putusan sidang sengketa pilpres dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Bilamana tidak tercapai kesepakatan dari sembilan hakim, maka akan digunakan metode pemungutan suara.
"Apabila suara sama banyak, maka suara ketua rapat permusyawaratan hakim menentukan. Itu mekanisme pengambilan keputusan sehingga tidak kemudian pengambilan keputusannya akan berlarut-larut sampai dengan melampaui tenggat waktu yang ditentukan, yaitu 14 hari kerja," kata dia.
"Insya Allah (keputusan) tidak akan diundur," Janedjri menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya