Suara.com - Seorang ibu di Malaysia tega menyiksa anak perempuannya sendiri gara-gara menolak menjadi pelacur. Selain di siksa, si ibu memaksa si anak menyerahkan uang 20,000 ringgit atau setara Rp73 juta lebih. Jika tidak, dia mengancam akan menjualnya kepada lelaki hidung belang.
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Dang Wangi Rasdi Ramli, pekan lalu sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, ibu dari Jalan Chow Kit yang tak disebutkan namanya check in di sebuah hotel bersama dua anak perempuannya.
Perempuan 40 tahun itu lalu mengenalkan salah satu anak perempuannya yang berusia 21 tahun kepada seorang lelaki hidung belang. Si anak dipaksa melayani nafsu bejat lelaki tadi dengan iming-iming bayaran menggiurkan.
Namun, permintaan itu ditolak. Tak digubris, si ibu pun kalap lalu menampar dan memukulinya.
Beruntung, si anak berhasil melarikan diri dari hotel dan memilih menginap di rumah sahabat dekatnya.
Singkat kata, si ibu berhasil menemukan persembunyian anaknya. Dia meminta si anak membayar Rp73 juta atau dia mengancam akan menjualnya. Belakangan, si ibu memaksa anaknya pulang ke rumah. (Asiaone)
Berita Terkait
-
Heboh Seorang Pendeta Ditangkap Polisi Terkait Prostitusi
-
Review Novel 'Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!', Kini Diangkat Jadi Film
-
Kompleksitas dan Realitas Pekerja Seks dalam Buku 'Memainkan Pelacur'
-
Ulasan Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa, Pemberontakan Seorang Muslimah
-
Pengakuan Kelam Para Pelaku Selingkuh: Dari Bangga Hingga Merasa Seperti Pelacur
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend