Suara.com - Seseorang yang mengaku pemilik mobil unimog menyambangi Mapolda Metro Jaya, Senin (25/8/2014). Orang itu meminta polisi mengembalikan mobil unimog yang hingga kini masih disita.
Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak. Sebab, dia hanya membawa STNK tanpa dilengkapi surat-surat lainnya.
"Barusan datang orang yang mengaku pemilik mobil unimog. Tapi dia baru membawa STNK saja. Kami meminta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)-nya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto mengungkapkan, orang tersebut merupakan perwakilan Joko Santoso Center. Dia mengaku relawan yang datang dari daerah Jawa Barat (Jabar), transit ke Joko Santoso Center untuk kemudia melakukan unjuk rasa di bundaran Patung Kuda, Thamrin, Jakarta Pusat.
"Itu mobil dari relawan Jabar yang datang ke Jakarta untuk ikut unjuk rasa sengketa pilpres, pada akhirnya disalahgunakan untuk merusak barier saat unjuk rasa anarkis," paparnya.
"Kami suruh balik, nanti datang lagi membawa surat lengkap, karena STNK itu tidak mencerminkan siapa yang punya, karena pindah-pindah tangan. Nanti yang terakhir akan kita tanya, selama belum memberikan BPKP mobil masih di sini," tegas Rikwanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
-
Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi
-
5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas
-
Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras
-
SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam
-
Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan
-
Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!
-
Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?
-
99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong