Suara.com - Pemain tunggal putri Indonesia, Linda Wenifanetri, harus menang dengan sedikit susah payah dari Sashina Vignes Waran, pada pertandingan perdana Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2014 di Kopenhagen, Denmark, Senin (25/8/2014). Sebagaimana rilis dari media PBSI, pemain yang selama ini digembleng di Pelatnas Cipayung itu menang dua game langsung, dengan skor ketat 21-18 dan 23-21, dalam waktu 49 menit.
"Meski peringkat lawan di bawah saya, permainannya lumayan bagus. Pertahanannya cukup rapat. Begitu pula pengembalian bola, cukup bagus. Yang jelas, saya senang bisa melaju ke babak kedua," kata Linda seusai pertandingan.
Perjuangan Linda untuk melaju ke babak kedua terbilang cukup berat, meski mampu menang dua game langsung. Lawan yang berasal dari Prancis sejak awal terus memberikan perlawanan ketat, meski akhirnya Linda mampu menang 21-18.
Di game kedua, Linda sebenarnya bermain lebih tenang. Terbukti, ia terus unggul hingga kedudukan 20-16. Namun, butuh satu poin ternyata membuat andalan Indonesia di sektor tunggal putri ini lengah, hingga lawan mampu menyusulnya. Tapi lewat perjuangan keras, Linda akhirnya mampu unggul 23-21.
"Sebetulnya di game kedua saya merasa sudah lebih enak mainnya. Tetapi di poin-poin akhir saya bermain kurang tenang. Saat kedudukan match point 20-16, lawan jadi lebih percaya diri meladeni permainan saya. Malah saya yang jadi kurang tenang dan ragu-ragu. Pengembalian lawan salah saya antisipasi. Dikira keluar, ternyata masuk. (Tapi) Selanjutnya, saya berusaha tampil lebih tenang," katanya.
Pada babak berikutnya, pemain asal klub Jaya Raya Suryanaga ini akan menghadapi pemain Thailand, Nichaon Jindapon, yang pada pertandingan pertama mendapatkan bye.
Sementara itu sayangnya, hasil bagus Linda ternyata tidak diikuti oleh pasangan ganda campuran, Marcus Fernaldi Gideon/Rizki Amelia Pradipta. Pasangan yang membuat kejutan di ajang Indonesia Open itu harus mengakui keunggulan pasangan Swedia, Jonathan Nordh/Emelie Lennartsson, dengan skor 18-21 dan 11-21.
Sementara, untuk pertandingan selanjutnya, akan turun secara berurutan empat wakil Indonesia. Masing-masing yaitu Bellaetrix Manuputty (tunggal putri), Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris dan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah (ganda putri), serta Praveen Jordan/Debby Susanto (ganda campuran). [Antara]
Berita Terkait
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Apakah Sepatu Running Bisa untuk Badminton? ini 5 Rekomendasi Sepatu Bulutangkis yang Nyaman
-
Baru Dipasangkan, Rian/Rahmat Masih Cari Pola Permainan di BATC 2026
-
Indonesia Awali BATC 2026 dengan Kemenangan Telak 5-0 atas Myanmar
-
Juara Umum! Indonesia Borong 4 Gelar di Thailand Masters 2026
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok