Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali merilis sebuah video pemenggalan. Setelah jurnalis Amerika Serikat, James Foley, kali ini giliran seorang warga Kurdi, Irak yang dipenggal kepalanya oleh kelompok militan tersebut.
Video pemenggalan kepala warga Kurdi itu dirilis tidak lama setelah kelompok tersebut merilis video pembantaian ratusan tentara Suriah pendukung Presiden Bashar Assad.
Video dengan tanda pagar “2ndamessagetoAmerica” itu berdurasi selama enam menit. Dalam video itu diperlihatkan 15 tentara Kurdi yang menjadi tahanan kelompok ISIS.
Kelompok ISIS mengatakan, mereka akan terus memenggal kepala tawanan apabila Amerika tetap memberikan dukungan kepada Kurdi dalam perjuangan mereka melawan ISIS.
Setelah itu, mereka memenggal salah satu kepala tahanan itu di sebuah jalan raya, di mana masjid besar di Mosul terlihat di latar belakang video tersebut.
Para tawanan tersebut menggunakan baju oranye, sama seperti baju tahanan di penjara Guantanamo yang merupakan tempat Amerika menahan kelompok teroris.
Tentara Kurdi sudah melakukan perlawanan terhadap kelompok ISIS sejak Juni lalu. Mereka juga mendapat bantuan persenjataan dari negara Barat termasuk Amerika Serikat dan Inggris Raya.
Dalam video pemenggalan terbaru itu, sang penjagal menggunakan kostum yang sama saat memenggal kepala James Foley, 10 hari lalu. Belum diketahui apakah orang yang memenggal kepala warga Kurdi tersebut sama dengan orang yang memenggal kepala James Foley. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua
-
Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa
-
Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif
-
Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang