Suara.com - Perempuan Malaysia dilarang bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk menjadi perempuan penghibur. Menteri Urusan Perempuan dan Pembangunan Komunitas Malaysia, Datuk Seri Rohani Abdul Karim mengatakan, tidak ada konsep “jihad seksual” di dalam Islam.
Beberapa waktu lalu, laman TheMalaysian Insider menulis, tiga perempuan Malaysia melakukan jihad seksual ke Suriah untuk membantu para pejuang ISIS. Informasi itu disampaikan salah satu anggota intelijen Malaysia yang tidak mau disebutkan namanya.
Rohani mengatakan, Islam tidak pernah mengajarkan perempuan untuk menjadi obyek pemuas nafsu seksual laki-laki. Selain itu, kaum perempuan juga tidak disarankan melakukan pekerjaan yang bisa membahayakan diri mereka.
“Saya sangat kecewa dengan laporan yang mengatakan bahwa perempuan Malaysia telah bergabung dengan kelompok ISIS untuk melakukan jihad seksual,” ujarnya.
Rohani tidak yakin apakah laporan tersebut benar atau tidak. Yang pasti, Rohani meminta perempuan Malaysia untuk tidak tergoda dan berpartisipasi untuk melakukan jihad seksual.
“Ini merupakan degradasi dan merendahkan harga diri dan martabat perempuan,” jelasnya. (TheStar/AsiaOne).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei
-
Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
-
Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?
-
Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat
-
KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
-
Driver Online Cabuli Penumpang di Jakarta Pusat, Pelaku Positif Sabu
-
Pakar Kehutanan UGM: Pembangunan Ancam Tutupan Hutan Indonesia
-
Mendagri Tito: Inflasi Bulanan 3 Daerah Terdampak Bencana Membaik
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC