Suara.com - Pola presiden terpilih Joko Widodo merekrut calon menteri tidak ubahnya seperti kontes akademia. Hal itu dikatakan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang MSi.
"Bagi saya pola Jokowi melakukan rekruitmen calon menteri dengan melibatkan partisipasi publik melalui jajak pendapat tidak ubahnya seperti kontes akademia," katanya di Kupang, Selasa (9/9/2014).
Pola tersebut, lanjutnya, di satu sisi karena Jokowi ingin memberikan tanggung jawab kepada publik untuk menentukan siapa yang layak menjadi pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun.
Namun menuru Atang, langkah tersebut justru memperlemah hak prerogatif yang secara hukum dan politik mutlak berada di tangan presiden dalam menentukan figur yang layak untuk menjadi menteri.
Bahwa Jokowi mempunyai hak untuk memilih dari sekian banyak masukan, namun Jokowi tidak mempunyai kebebasan mutlak.
"Pola ini menurut hemat saya sebagai bentuk distorsi kekuasaan yang sedang dipraktikan oleh Jokowi," katanya.
Dia mengatakan, jika keinginan Jokowi sama dengan keinginan publik, maka sedikit saja seorang menteri salah dalam menentukan kebijakan, justru publik dianggap telah melakukan kesalahan.
Apakah ini sebuah bentuk pengalihan masalah dari presiden kepada rakyat di kemudian hari, katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi