Suara.com - Partai yang terbentuk pasca reformasi, Partai Amanat Nasional (PAN) tetap berkeras menolak mekanisme Pilkada langsung yang kini masih berlaku dan memilih mendukung kelompok pendukung Pilkada lewat DPRD.
Anggota Komisi II DPR, yang membawahkan pemerintahan, dari Fraksi PAN Herman Kadir menilai, Pilkada langsung tidak memberikan pelajaran politik yang positif bagi masyarakat.
Dia menegaskan sikap; partainya tetap mendorong pemimpin daerah lebih baik dipilih oleh DPRD. Herman bahkan menuding penyelenggara Pemilu berlaku tidak jujur, berkaca dari kekecawaan pada Pilpres.
"Kita tahu bahwa penyelenggara pemilu mulai dari TPS, TPK, KPUD sudah tidak jujur lagi, sudah tidak adil lagi, itu terjadi di pileg maupun pilpres," katanya dalam rapat Panja RUU Pilkada di Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9/2014).
Dia juga menambahkan bahwa hal tersebut diperparah oleh penanganan sengketa Pilkada yang tidak berlangsung jujur, terkait dengan kasus suap hakim MK.
"Hakim-hakim juga yang selesaikan sengketa juga tidak jujur lagi dalam mengadili, kita tahu juga terjadi suap di MK kemarin," tukasnya.
Bukan hanya di MK, di Mahmakah Agung (MA) juga demikian, itu terlihat ketika Pilkada di Sulawesi Selatan, Yasin Limpo yang menang dipilih oleh rakyat justru dibatalkan oleh Hakim Agung.
Menurutnya MA atau MK nantinya tidak mengurusi sengketa Pilkada lagi. Selain itu dia juga mendukung Pilkada DPRD agar lembaga survei tidak mengamibil alih posisi KPU untuk memprediksi calon pemenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat