Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajukan usul Pilkada langsung hanya dilakukan untuk satu putaran saja. Salah satu syaratnya, yakni menaikkan ambang batas suara partai calon di DPRD.
Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa(PKB), Abdul Malik Haramain beralasan hal itu demi menghemat biaya dalam Pilkada.
"Kami dari PKB mendukung Pilkada langsung tetapi dengan menaikkan parliamentary treshold-nya dengan hanya dilakukan satu putaran saja," kata Malik di Ruang Rapat Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9/2014).
Sementara Anggota Komisi II dari Fraksi Hanura, Maryam S. Haryani mengatakan, pihaknya tetap mendukung Pilkada langsung dan mendukung usul PKB.
juga menganjurkam agar demokrasi yang sudah terbangun tidak lagi mundur dengan beralis ke mekanisme Pilkada di tangan DPRD.
"Sejak awal kami ingin konsisten untuk dekat dengan hati nurani rakyat, sedangkan mengenai biaya tinggi, itu bisa kita perbaiki, bisa dengan lakukan satu putaran saja seperti diusulkan PKB tadi. Jangan berpikir mundur lagi kalau demokrasi kita mau maju," tegas Yani.
Dia juga sekaligus mengaku heran atas perubahan sikap partai yang sebelumnya menginginkan Pilkada langsung menjadi ingin menghapus.
Yani pun mencurigai bahwa hasil pilpres kemarin masih juga dibawa untuk menjadi ajang balas pertarungan yang baru.
"Saya tidak tahu kenapa banyak yang berubah, pada tanggal 14 Mei lalu, semuanya setuju kecuali Demokrat, tetapi sekarang sudah berubah,' jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli