Suara.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali kekeuh untuk memimpin partai berlambang Ka'bah itu hingga pelaksanaan muktamar, Oktober mendatang.
Ia menilai langkah melepaskan jabatan ketua umum sebelum pelaksanaan muktamar tidak akan menyelesaikan permasalahan apapun di dalam internal partai.
"Kalau namanya berhenti di tengah jalan tidak akan menyelesaikan masalah, karena dengan begitu pada akhirnya penyelesaian hanya parsial," kata Suryadharma Ali di sela-sela rapat tertutup internal PPP, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (9/9/2014) malam.
Pernyataan Suryadharma Ali itu terkait adanya keinginan dari sejumlah kader di dalam rapat, yang mendesak dirinya segera mengundurkan diri sebelum pelaksanaan muktamar. Namun SDA mengatakan pergantian ketua umum hendaknya dilakukan melalui muktamar partai.
"Jalan terbaik untuk PPP adalah melaksanakan muktamar, dan saya telah memberikan (mengusulkan) waktu pelaksanaan muktamar 22 Oktober 2014," katanya.
Dia menyampaikan, berbagai pandangan yang muncul dalam rapat internal PPP wajar terjadi, karena rapat berlangsung secara demokratis. Menurut dia, siapa pun memiliki hak menyampaikan pendapat.
"Saya sering menyampaikan PPP kalau diibaratkan perusahaan adalah perusahaan yang sudah terbuka atau 'go public' karena pemegang sahamnya banyak," tambahnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka
-
Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS
-
Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel
-
Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
-
Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri
-
Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!
-
Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi
-
Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah
-
Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz
-
SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo