Suara.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyiapkan mobil Barracuda untuk menjemput AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap yang dipulangan ke Indonesia oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM).
Direktur Binmas Polda Kalbar Kombes (Pol) Suhadi SW, Rabu (10/9/2014) menyatakan, disiapkannya mobil Barracuda untuk menjemput kedua tersangka kasus narkoba itu, sudah sesuai dengan prosedur tetap dalam pengamanan yang termasuk kasus besar.
Ia menjelaskan pengamanan kedua tersangka itu, cukup ketat, begitu AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap di Bandara Supadio Pontianak yang dijadwalkan sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan maskapai penerbangan Sriwjaya Air.
Keduanya langsung dibawa ke Mapolda Kalbar. Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Arief Sulistianto yang akan memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus kedua polisi itu, dalam rangka bersih-bersih di tubuh Polda Kalbar, ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Arief Sulistianto menyatakan, ini merupakan kebaikan semua, terutama bagi jajaran Polda Kalbar.
"Yang kami khawatirkan tidak terjadi, yakni mereka bisa bebas dari ancaman hukum gantung. Menurut hukum di Malaysia siapa saja yang membawa lebih dari 15 gram narkoba sudah diancam hukuman gantung, sehingga menjadi catatan sangat buruk bagi Polri dan Polda Kalbar," ungkapnya.
Sebelumnya, dua anggota Polda Kalbar, ditahan PDRM di Kuching, Jumat (29/8/2014), karena diduga terlibat jaringan sindikat narkoba internasional. Satu di antaranya perwira menengah dengan pangkat AKBP yang pernah bertugas sebagai Kasubdit III Ditres Narkoba bernama Idha Endri Prastiono, sedangkan satu lagi Bripka MH Harahap, anggota Polsek Entikong. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk