Suara.com - Sebuah kapal feri dengan setidaknya 84 penumpang dan krunya, dilaporkan tenggelam di lepas pantai kawasan tengah Filipina, Sabtu (13/9/2014), setelah mengalami kendala mekanik. Pihak berwenang menyatakan sejauh ini mereka masih mencari setidaknya 21 penumpamg yang masih hilang.
Saat feri itu dilaporkan karam, tiga kapal, termasuk sebuah kapal pengangkut LPG asal luar Filipina, langsung bergegas ke lokasi untuk membantu. Sebagaimana dikutip Reuters, juru bicara penjaga pantai setempat, Armand Balilo, mengatakan bahwa ketiga kapal kemudian mampu menyelamatkan 63 orang, di lokasi dekat pesisir Provinsi Southern Leyte itu.
Disebutkan, seruan untuk meninggalkan kapal yang bernama MV Maharlika 2 itu, disampaikan pada sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Menurut Balilo, saat itu, kapal disebut sudah kepayahan menghadapi terpaan angin kencang dan gelombang tinggi, beberapa jam usai kapal mengalami masalah pada mesinnya.
"Pada pukul 17.30, kami menerima panggilan darurat bahwa Maharlika 2 terapung-apung tak bergerak di perairan," ujar Balilo pula.
"Saat ini kami masih terus melakukan operasi penyelamatan," sambung Balilo. "Tapi kami belum bisa memastikan apakah ada korban," tambahnya.
Balilo pun menyebutkan bahwa manifes kapal mencatatkan sebanyak 26 kru serta 58 penumpang. Sementara, Gubernur Southern Leyte, Roger Mercado, menyebut pihak berwenang masih memverifikasi keterangan saksi mata yang menyebut ada sekitar 100 orang di atas kapal itu. Angka ini tentu lebih tinggi dari angka 84 orang dalam manifes.
Diketahui, banyak orang --bahkan terkadang dalam jumlah ratusan-- harus menjadi korban tewas dalam kecelakaan feri di Filipina setiap tahunnya. Negara kepulauan dengan sekitar 7.100 pulau ini dikenal punya catatan buruk dalam keamanan pelayaran. Penumpang melampaui batas senantiasa terjadi, sementara banyak kapal berada dalam kondisi jelek. [Reuters]
Berita Terkait
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang
-
Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Polda DIY Periksa 31 Saksi, Segera Tetapkan Tersangka!
-
Pramono Anung Beberkan Proyek Strategis DKI, dari RS Internasional hingga Perpanjangan LRT Jakarta
-
Tepis Tuduhan Langgar HAM, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
-
Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP
-
DPR Sahkan 7 Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030
-
Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan
-
Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya
-
Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK
-
Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman
-
IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani