- Aktivis Dipo Ilham merespons pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo tentang mempertaruhkan jiwa raga saat rapat Komisi III DPR RI.
- Dipo mempertanyakan konteks ancaman "titik darah penghabisan" yang diucapkan Kapolri terkait hubungan polisi dan masyarakat sipil.
- Dipo berpendapat frasa tersebut mencerminkan DNA institusi Polri yang masih bersifat militeristik dan sentralistik.
Suara.com - Aktivis gerakan mahasiswa ’98, Dipo Ilham menanggapi pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan akan mempertaruhkan jiwa raga sampai titik darah penghabisan.
Hal itu disampaikan Listyo di hadapan Komisi III DPR RI saat membahas wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Dipo lantas mempertanyakan pihak mana yang hendak dihadapi Listyo sampai harus menggunakan frasa ‘titik darah penghabisan’.
“Siapa yang mau dia hadapi? Kalau dia sebagai polisi masyarakat harus ngomong tentang darah, dia mau bertumpah darah dengan rakyatnya sendiri?” kata Dipo dalam siniar yang tayang pada akun Forum Keadilan TV di Youtube, dikutip pada Sabtu (31/1/2026).
Dia menilai bahwa bahasa yang digunakan Listyo tersebut sudah menjadi DNA dalam institusi Polri dengan sifat militeristik.
“Makanya saya bilang ini sudah tidak cocok lagi kalau Polri dalam rangka kamtibmas itu sentralistik. Dia jadi super body, super power, bahkan superior. Dia lebih tentara daripada tentara,” ujar Dipo.
Menurut dia, jika pernyataan Listyo itu disampaikan oleh institusi TNI masih wajar karena untuk menjaga kedaulatan nasional, menjaga wilayah negara, hingga menghadapi musuh.
Namun, dia menilai pernyataan itu tidak wajar karena keluar dari institusi Polri. Sebab, pernyataan tersebut justru terkesan adanya kultur militeristik dalam institusi Polri.
“Mereka tuh kan lahir tidak sama dengan rahimnya TNI. Ini sangat berbeda. Tiba-tiba dia (Polri) jadi militeristik,” tandas Dipo.
Baca Juga: Kapolri Ungkap Akar Sosial Judi Online: Dari Pengangguran hingga FOMO
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bibit Siklon Tropis 94W Pemicu Hujan Lebat di Wilayah Sumatera
-
Marselino Ferdinan Bakal Main Lawan Vietnam? John Herdman Bilang Begini
-
9 Karakter Anime dengan Kisah Masa Lalu Paling Kelam, Ada Akaza hingga Guts
-
Akal Bulus Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Lolos dari Jeratan Narkoba, Tapi Gagal
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah