Suara.com - Juru bicara KPK, Johan Budi menyatakan agar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengurungkan niatnya untuk dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.
"Secara etis, seorang tersangka dilantik, kan tidak bagus, sebaiknya jangan dilantik, kalau JW sebagai negarawan yang baik," kata Johan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2014).
Namun, dirinya Johan menyatakan hal tersebut merupakan kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan DPR. Dan menurutnya, hal tersebut berdasarkan aturan yang ada.
"Kewenangan untuk melantik itu ada di KPU dan DPR, itu dari segi aturannya," tambahnya.
Ketika ditanya terkait dengan aliran dana dan apakah ada dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Johan mengatakan bahwa pihaknya hanya fokus pada aksi pemerasan dan paksaan yang dilakukan oleh JW.
"Perkaranya sedang dikembangkan, kalau ada bukti yang kuat maka siap diusut oleh KPK, tapi sampai hari ini belum ada. Kita hanya fokus pada aksi pemerasana dan paksaan yang dilakukan JW, sedangkan apakah ada TPPU-nya belum ke arah sana," tutupnya.
Mantan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ini diduga melakukan tindakan pemerasan untuk dana operasional kementerian. Hasil pemerasan tersebut sebesar Rp9,9 Miliar rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi
-
Polemik Adies Kadir Memanas: Apakah MKMK 'Mengambil Alih' Keputusan DPR?
-
Kejagung Geledah Sejumlah Perusahaan di Sumatra Terkait Korupsi Ekspor CPO
-
Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah, Didoakan Langsung Imam Besar Masjid Nabawi
-
Polda Metro Jaya Bakal Kembalikan Berkas Perkara Tudingan Ijazah Palsu Usai Periksa Jokowi di Solo
-
Soroti Kebocoran di Bea Cukai, Thony Saut Situmorang Singgung Indeks Persepsi Korupsi
-
Pejabat Pajak Jadi Direksi 12 Perusahaan, Eks Penyidik KPK Sebut Ada Konflik Kepentingan
-
Bocah Nduga Tewas dan Jasadnya Diduga Dihilangkan, Theo Hesegem Laporkan ke Jakarta
-
Guru Telanjangi 22 Siswa SD di Jember, Komisi X DPR: Harus Ada Efek Jera, Bila Perlu Diberhentikan
-
Sodorkan Zulhas Dampingi Prabowo, PAN Sedang Cek Ombak atau Serius?