Suara.com - Peningkatan penelitian membuat Universitas Cambridge dan Imperial College London mengungguli Universitas Harvard dalam peringkat universitas terbaik dunia, yang diterbitkan QS baru-baru ini.
Inggris membuat lompatan besar, di mana empat lembaga pendidikannya berada di posisi enam besar. Dari 200 institusi pendidikan tinggi yang masuk dalam peringkat QS, Inggris diwakili oleh 29 dan Amerika Serikat sebesar 51, sedangkan Jerman menempatkan 13 universitasnya.
Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Boston, AS mempertahankan posisi teratas sebagai universitas terbaik dunia untuk tahun ketiga berturut-turut, dibantu oleh hasil penelitiannya yang mengesankan.
Ranking universitas dunia yang dirilis QS, menempatkan Imperial College London dan Cambridge sama-sama di tempat kedua, di belakang MIT. Sedangkan Universitas Harvard turun ke tempat keempat.
Posisi kelima ditempati bersama Universitas Oxford dan University College London. Kemudian berturut-turut menyusul Universitas Stanford, Caltech, Princeton dan Yale AS, di posisi tujuh hingga 10.
"Peringkat ini mendukung apa yang kami --mahasiswa, alumni, staf, teman-teman dan kolaborator-- tahu, bahwa Imperial adalah salah satu universitas besar di dunia," kata Profesor Alice Gast, presiden Imperial College London.
"Imperial memiliki kemampuan langka untuk mengubah penelitian yang luar biasa menjadi penemuan yang memiliki dampak nyata pada dunia," tambahnya
Sementara Ben Sowter, kepala penelitian di QS, mengatakan 10 universitas terbaik dunia ini memiliki reputasi akademis yang baik, rekruitmen lulusan, rasio staf-siswa dan jangkauan internasional bagi dosen dan mahasiswa.
"Kinerja penelitian di Imperial telah membantunya membuat lompatan besar dalam 10 besar, lompatan Harvard, UCL dan Oxford ke peringkat kedua sama di dunia, diikat dengan Cambridge," kata Sowter ? Sowter menambahkan lulusan Cambrigde dan Oxford yang paling dihormati dan dicari para pemberi kerja. (The Guardian)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI