Suara.com - Sejumlah penumpang pesawat Pakistan International Airlines (PIA) mengusir dua orang politikus dari pesawat yang akan tinggal landas. Kedua anggota Majelis Nasional, seperti Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia, itu dituding menjadi penyebab keterlambatan keberangakan hingga dua jam.
Dalam video yang diunggah di YouTube terlihat para penumpang pesawat berteriak-teriak "kalian memalukan" sembari menghalangi Rehman Malik, mantan menteri dalam negeri yang kini duduk di kursi parlemen dan Ramesh Kumar Wakwani, yang juga anggota parlemen, masuk ke dalam pesawat.
Kedua politikus itu, dalam video yang tampaknya diambil oleh salah satu penumpang, terlihat akan memasuki pesawat setelah sebagian besar penumpang tiba di dalam pesawat.
Pesawat itu akhirnya terbang dari Karachi ke Islamabad tanpa membawa serta Malik dan Wakwani.
Juru bicara maskapai milik pemerintah Pakistan itu, seperti yang dikutip Al Arabiya, belakangan mengatakan bahwa keterlambatan disebabkan oleh masalah teknis.
Adapun Malik dalam akun Twitter-nya membantah menjadi penyebab keterlambatan penerbangan itu.
"Siapa yang harus disalahkan atas keterlambatan ini? PIA atau saya? Jelas PIA," tulis dia di Twitter. (Reuters/Al Arabiya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun