Suara.com - Seorang model glamor yang mengaku terus terang ketagihan menjalani operasi payudara, saat ini sudah berencana untuk menjalani operasi keempat demi menambah besar lagi ukuran dadanya itu.
Sosok itu adalah Sarah Marie Summer, seorang model asal Sydney, Australia. Dia sejauh ini sudah dilabeli sebagai pemilik payudara "palsu" (implan) terbesar di negeri itu. Tiga operasi sudah dijalaninya untuk mencapai kondisinya sekarang, dari semula berukuran 8A hingga menjadi 8M --alias 32A ke 32M ukuran Inggris-- yang luar biasa saat ini.
Sebagaimana antara lain dikutip situs Mirror.co.uk, payudara berukuran luar biasa miliknya bukannya tak memiliki dampak negatif. Summer sendiri mengaku kerap terkena masalah nyeri punggung, serta menyulitkannya dalam berdansa dan membawa mobil. Payudaranya bahkan kerap kali menyenggol jatuh gelas minuman.
Meski demikian, Summer yang berusia 23 tahun, mengaku siap untuk menjalani operasi keempat demi membuat payudaranya lebih besar lagi. Alasannya, bukan saja karena "aset" itu telah memberinya sederet pekerjaan di dunia modeling, juga puluhan ribu follower Instagram dan seratusan ribu penyuka di Facebook, namun terutama adalah karena dia merasa bahagia.
"Saya kira orang-orang mungkin tak percaya bahwa memang seperti inilah saya ingin terlihat," ungkapnya, sebagaimana dikutip Woman's Day.
"Saya memang ingin terlihat 'aneh', dan saya ingin ukurannya luar biasa besar. Ini membuat orang tersenyum, dan itu membuatku bahagia. Jadi, ini tidak mungkin merupakan sesuatu yang buruk," sambungnya.
Disebutkan, Summer pertama kali menjalani operasi payudaranya di Selandia Baru saat masih berusia 17 tahun, dengan biaya NZ$13.000 (sekitar Rp127 juta), yang mengubah ukurannya dari 8A menjadi 10C. Tapi dia masih belum puas dengan hasil itu, hingga rela menabung uang lagi untuk operasi berikutnya. Operasi kedua dijalaninya pada Juli tahun lalu, sementara yang ketiga pada Januari 2014 lalu.
Hasil operasi ketiga itulah yang telah membuat ukuran payudaranya menjadi 8M alias 32M (Inggris). Ukuran ini saja sudah begitu kencang menarik kulitnya, hingga awalnya Summer sempat mengalami infeksi (kulit melepuh) dan harus diobati dengan antibiotik. Dokter pun sempat ingin mengeluarkan lagi implannya saat itu, sebelum Summer kemudian malah sembuh dan meneruskan hari-harinya. [Mirror]
Berita Terkait
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total
-
Profil Timnas Australia: Langganan Turnamen Siap Jadi Pengacau di Piala Dunia 2026
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen