Suara.com - Senat mengabulkan permohonan resolusi yang diajukan Presiden Barack Obama untuk melatih dan mempersenjatai kelompok pemberontak di Suriah. Untuk melakukan itu, Senat akan memberikan pemerintahan dana.
Rencana untuk melatih dan mempersenjatai kelompok pemberontak di Suriah ini merupakan upaya Presiden Barack Obama untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dalam rapat tersebut, 78 anggota Senat mnyetujui rencana Obama tersebut dan hanya 22 orang yang tidak setuju. Anggota Senat Carl Levin mengatakan, keputusan ini memberikan pesan penting kepada dunia internasional.
“Kami akan terus berupaya untuk memusnahkan kanker ini,” katanya.
Kanker yang dimaksud Levin adalah kelompok ISIS yang terus melakukan teror di Suriah dan Irak. Kelompok itu sudah memenggal kepala dua jurnalis Amerika Serikat dan seorang pekerja relawan asal Inggris.
Sebelumnya, Obama sudah menyetujui serangan udara ke Irak dan Suriah dengan target markas ISIS. Namun, Obama memastikan Amerika tidak akan mengirimkan tentara tambahan ke dua negara di Timur Tengah itu. (USAToday)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional