Suara.com - Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla mengimbau Pemerintah Daerah Provinsi Riau untuk segera menyelesaikan persoalan kabut asap secara baik, yang kini mulai melanda kawasan tersebut.
"Persoalan kabut asap harus diselesaikan dengan baik. Apakah dengan hujan buatan atau operasi di udara maupun di darat," kata JK saat meresmikan Gedung F Rumah Sakit PMI Bogor, Sabtu, (20/9/2014).
JK menyayangkan kabut asap kembali melanda kawasan tersebut hal itu tidak hanya merugikan masyarakat juga perekonomian di wilayah tersebut.
"Itukan tiap tahun terjadi, jadi harus diselesaikan dengan baik, dan diupayakan tidak terulang kembali," kata JK.
Selama sepekan ini kabut asap kembali melanda Provinsi Riau, dan sekitarnya, kondisinya kian parah hingga menyebabkan jarak pandang menjadi pendek.
Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, akibat kabut asap, sebanyak 1.569 orang warga Kota Pekanbaru Riau terserang Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada periode 15-19 September 2014.
Kabut asap terparah juga terjadi di awal 2014, ratusan ribu warga menderita ISPA, sejumlah penerbangan juga ditutup hingga akses menuju Pekanbaru Riau ditutup dan dialihkan ke daerah berbatasan. Tidak hanya di Riau, kabut asap juga melanda Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok