Suara.com - Delegasi DPR-RI yang sedianya berkunjung ke Jalur Gaza, Palestina, terpaksa kembali ke Indonesia dari Mesir dengan tangan kosong. Mereka tidak mendapat izin masuk ke Gaza.
"Delegasi DPR pulang ke Jakarta sore ini karena gagal berkunjung ke Gaza," kata Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo, Windratmo Suwarno, di Kairo, Selasa (23/9/2014).
Delegasi yang dipimpin Muhammad Najib tiba di Kairo pada Ahad (21/9) malam dari Amman, Yordania, setelah berkunjung ke Ramallah, Tepi Barat, Palestina.
Wilayah Otonomi Palestina terbagi dua, yaitu Tepi Barat yang masuk lewat Yordania, dan Jalur Gaza yang hanya masuk lewat Mesir.
Awalnya delegasi ini berjumlah 21 orang, namun sebagiannya hanya sampai di Yordania dan kembali ke Indonesia akibat tidak jelasnya perolehan izin dari Mesir untuk masuk ke Jalur Gaza.
"Jumlah delegasi yang berkunjung ke Mesir ini tinggal enam orang yang dipimpin oleh Muhammad Najib," kata Windratmo.
Bahkan visa ke Mesir pun diperoleh dari Kedubes Mesir di Yordania, bukan di Jakarta.
Menurut Windratmo, Kedutaan Besar Mesir di Jakarta sebelumnya menegaskan kepada pihak DPR bahwa visa Mesir akan diberikan bila delegasi telah memperoleh izin masuk Gaza dari Kementerian Luar Negeri Mesir di Kairo.
Sebelumnya, KBRI Kairo telah mengirim nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Mesir untuk permohonan izin bagi delegasi DPR berkunjung ke Jalur Gaza tersebut.
"Namun, hingga Selasa (23/9/2014), Kementerian Luar Negeri Mesir belum menanggapi permohonan izin masuk Gaza," katanya.
Selama di Mesir, delegasi dewan itu tidak memiliki agenda resmi apapun.
Kendati demikian, delegasi didampingi Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo Fahmy Lukman, sempat meninjau pembangunan asrama mahasiswa di Universitas Al Azhar bantuan dari pemerintah Indonesia.
Selain itu, delegasi juga bertatap muka dengan masyarakat Indonesia dan mahasiswa atas prakarsa Atdikbud Fahmy Lukman. (Antara)
Berita Terkait
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa
-
DPR Desak Polisi Usut Peran Ormas di Balik Pengeroyokan Maut Warga Pejompongan
-
Setahun Jadi Tersangka, Anggota DPR Satori Kembali Dipanggil KPK Soal CSR BI
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar