Suara.com - Polisi Jepang, hari Rabu (24/9/2014) menangkap seorang lelaki berusia 47 tahun yang diduga terlibat kasus mutilasi gadis 6 tahun asal Kobe yang hilang dua pekan lalu.
Lelaki bernama Yasuhiro Kimino itu tinggal tak jauh dari lokasi penemuan kepala dan potongan tubuh Mirei Ikuta, si gadis 6 tahun. Polisi menemukan potongan tubuh Mirei dalam sebuah tas plastik di tempat yang berjarak 100 meter dari rumah Yasuhiro di Nagata Ward. Sepotong gaun dan sepasang sandal yang diduga milik siswi SD itu juga ditemukan dalam tas.
Menurut keterangan polisi, Mirei pulang sekolah pada pukul 14.45 pada 11 September lalu dan pergi ke rumah neneknya yang berdekatan dengan rumahnya. Beberapa teman sekelasnya mengatakan, Mirei terakhir kali terlihat sedang berjalan sendiri dari arah sebuah taman yang berjarak 600 meter sebelah tenggara rumahnya sekitar 17.30 sore.
Rekaman dari sebuah kamera keamanan memperlihatkan gadis itu berjalan melewati sebuah toserba dengan sebuah payung. Mirei diperkirakan bermain dengan seorang temannya yang tinggal di gedung yang sama dengan toserba itu. Namun, setelah itu ia tidak terlihat lagi. Payung itu ditemukan di semak belukar dekat rumah rekannya.
Polisi mengerahkan 2.500 petugas untuk menyisir lokasi hilangnya Mirei. Penyisiran berakhir dengan ditemukannya sejumlah kantong plastik berisi potongan tubuh ditemukan tak jauh dari tempat Mirei terlihat terakhir kali. Polisi berhasil mengidentifikasi jenazah Mirei dengan tes DNA. (Japan Times)
Tag
Berita Terkait
-
Anak Mutilasi Ibu karena Kecanduan Judi Online, Polisi Gerak Cepat Bekuk Pelaku
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
7 Fakta Mengerikan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi: Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor
-
Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook
-
Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara