Suara.com - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Koalisi Kawal RUU Pilkada menyatakan partai yang masuk dalam Koalisi Merah Putih berpotensi menjadi "penghianat" demokrasi.
Hal itu menurut Deputi Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz, mewakili Koalisi Kawal RUU Pilkada, terbukti dengan bersikerasnya Kaolisi Merah Putih mengembalikan Pilkada ke DPRD.
"Agak sulit diterima akal sehat jika melihat keinginan kelompok yang menghendaki pemilihan kepala daerah kembali ke DPRD (Koalisi Merah Putih). Partai yang berpotensi menjadi 'pengkhianat' demokrasi ini adalah partai yang lahir dalam semangat reformasi," ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (24/9/2014).
Dia mengatakan, beberapa tokoh di dalam partai-partai yang ingin pilkada dikembalikan ke DPRD, merupakan orang yang dulunya bersuara lantang melawan rezim orde baru, yakni rezim yang penuh ketertutupan, anti demokrasi, dan sangat sentralistik.
"Tapi kelompok ini berpikir jauh mundur ke belakang, dengan menghendaki pemilihan kepala daerah kembali oleh DPRD," kata dia.
Dia mengatakan, tatanan demokrasi lokal di Indonesia yang mulai rapi dan mapan, mendadak ingin diberangus oleh elite politik yang seharusnya menjaga hal tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?