Suara.com - Sidang Paripurna terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), masih tidak menemukan jalan temu. Rapat pun diskors pada pukul 17.48 WIB, untuk break salat Magrib.
Yang berbeda, break kali ini juga sekaligus dilakukan untuk lobi-lobi demi menentukan sikap soal RUU, terkait apakah Pilkada akan menggunakan mekanisme pemilihan langsung atau pemilihan lewat jalur DPRD. Pasalnya, sepanjang jalannya sidang hari ini, setiap fraksi terdengar memaparkan pandangan yang beragam.
"Karena ini akan Magrib, kita skors sampai 7.30 (19.30 WIB). Sekalian, pimpinan sampaikan, waktu ini untuk dilakukan lobi. Jadi nanti pukul 19.30 WIB, sidang kita mulai lagi," kata Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, selaku pimpinan sidang, Kamis (25/9/2014).
Sebelum menskors sidang, Priyo pun sekaligus mengatakan ada tambahan daftar hadir anggota dewan pada sore ini. Jadi menurutnya, total kini ada 500 orang anggota DPR yang hadir.
"Oh, iya, ada tambahan anggota yang hadir. Partai Demokrat tambah 1, 2 dari Golkar, 1 lagi dari PAN. Praktis, ada 500 anggota," ujar Priyo.
Sebelumnya, saat Sidang Paripurna RUU Pilkada ini dibuka, data kehadiran anggota DPR tercatat mencapai 496 anggota. Anggota Fraksi Partai Demokrat (F-PD) tercatat paling banyak hadir dengan 129 orang.
Lantas, diikuti oleh Fraksi Partai Golkar (F-PG) dengan 94 orang, Fraksi PDI Perjuangan 90 orang, Fraksi PKS 55 orang, Fraksi PAN 42 orang, Fraksi PPP 33 orang, Fraksi PKB 21 orang, Fraksi Gerindra 22 orang, serta Fraksi Hanura 10 orang.
Selama proses pembahasan RUU Pilkada ini pula, fraksi-fraksi di DPR RI pun tampak terbagi menjadi tiga kubu. Yang pertama, ada PDI Perjuangan, PKB dan Hanura yang tetap tegas mendukung Pilkada secara langsung. Sementara di kubu lainnya, ada Golkar, PKS, PAN, PPP dan Gerindra, yang menginginkan mekanisme pemilihan oleh DPRD.
Sementara itu, F-PD yang sebanyak 129 anggotanya hadir dalam sidang hari ini, membuat poros sendiri. Mereka meminta Pilkada langsung dengan syarat-syarat tertentu. Jika syarat-syarat yang mereka ajukan tidak diakomodir, fraksi pimpinan Nurhayati Assegaf ini mengancam untuk abstain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Lolos Seleksi Ketat KY, Belasan Calon Hakim Agung dan Ad Hoc Hadapi Komisi III DPR Hari Ini
-
Peringati Hari UMKM Nasional, BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Lokal Lewat Desa BRILiaN
-
Apa Itu Rebo Wekasan? Ini Fatwa Tegas Mbah Hasyim Asy'ari soal Salat Hadiah
-
Pangeran William Murka Usai Raja Charles Minta Kate Middleton Ganti Nama
-
Uji Temuan Uang dan Emas Batangan, Pakar Tegaskan Eks Jampidsus Wajib Diadili
-
6 Cara Memilih Rice Cooker Hemat Listrik untuk Penggunaan Sehari-hari agar Tagihan Aman
-
SBY Absen Upacara di Istana, Jokowi-Megawati Hadir?
-
7 Trik Bertahan dengan HP Memori 64 GB agar Tidak Gampang Penuh dan Lemot
-
Cara Menentukan Shade Cushion Sesuai Undertone Kulit Indonesia
-
Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi