Suara.com - Polisi Australia telah mengamankan Hassan El Sabsabi asal Melbourne berumur 23 tahun, saat memberikan uang sebesar 12.000 dolar kepada seorang warga negara Amerika Serikat yang berjuang untuk Negara Islam (IS) di Suriah.
El Sabsabi ditangkap di Seabrook, pinggiran kota Melbourne, dalam penggerebekan yang dilakukan Selasa (30/9/2014) pagi oleh pasukan gabungan Polisi Victoria dan Polisi Federal Australia (AFP).
"Seorang lelaki berusia 23 tahun dari Seabrook diduga sengaja memberikan dana untuk organisasi teroris," kata Asisten Komisaris AFP Neil Gaughan.
Gaughan mengatakan, tujuh surat perintah penggeledahan dikeluarkan dan lebih dari 100 petugas polisi terlibat dalam operasi penangkapan itu.
Penggerebekan tersebut dilakukan setelah penyelidikan panjang selama delapan bulan. "Kami telah bertindak lebih awal hari ini karena kami berpandangan bahwa dana tersebut hendak ditransfer," kata Gaughan.
"Menyediakan dana sama dengan tindakan pidana berpartisipasi (teroris). Dan kami akan menggunakan semua sumber daya kami untuk memotong suplai dana untuk teroris," katanya.
Banyak pejuang asing bergabung dengan militan IS, yang juga dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) yang kini menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah. Para pejabat intelijen AS memperkirakan sebanyak 15.000 dari 80 negara yang berbeda bergabung bersama IS di Timur Tengah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cuma 99 Ribu, Bawa Pulang 2 Produk Salon Ternama Johnny Andrean Pakai BRImo
-
5 Sepatu Lokal Wanita Kronikel Project Paling Laris, Model Stylish Wajib Masuk Wishlist
-
BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi
-
Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi
-
Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap
-
3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau
-
Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang
-
Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang
-
Ada 799 Izin Tambang, Rencana BLU Batu Bara Dinilai Bakal Rumit