Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk menjamin tetap diadakannya pilkada secara langsung oleh rakyat.
"Ketua Umum insya Allah keluarkan Perppu untuk Undang-Undang," kata Nurhayati di gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Mengenai kapan Perppu diterbitkan dan diserahkan ke DPR, Nuryahati belum dapat memastikan.
"Segera. Masyarakat, kan inginkan pilkada langsung, tetapi ada perbaikan," katanya.
Nurhayati adalah Ketua Fraksi Demokrat DPR yang mengajak anggotanya walk out saat sidang paripurna menjelang pengesahan UU Pilkada. Aksi ini dikecam banyak pihak karena dianggap sebagai indikasi Demokrat tidak serius memperjuangkan pilkada langsung.
Nurhayati menambahkan setelah pelantikan anggota DPR periode 2014-2019 hari ini, Fraksi Demokrat akan konsolidasi untuk menyikapi UU Pilkada.
"Sebetulnya semua prosesnya, kan dijalankan dengan demokratis. Prosesnya di DPR. Insya Allah kita berjuang kembali," kata Nurhayati.
Rencana penerbitan Perppu disampaikan SBY pada Selasa (30/9/2014) di Jakarta. Tapi, apakah Perppu itu nanti diterima untuk menjadi UU atau tidak, kata SBY, tergantung dari DPR periode 2014-2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi