Suara.com - Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah menyebut kepemimpinan anggota Fraksi Golkar Popong Otje Djundjunan dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR, Rabu (1/10/2014) hingga Kamis (2/10/2014) dini hari, sangat orisinil.
"Gayanya itu genuine, gayanya orisinil. Karakter kepemimpinannya kami anggap luar biasa," kata Fahri Hamzah di gedung Parlemen, Jakarta.
Terkait empat partai yang walk out lantaran menilai kepemimpinan Popong tidak demokratis, anggota PKS ini mengingatkan bahwa Popong menjadi pimpinan sementara dalam sidang, bukan atas keinginannya sendiri.
Fahri menekankan Popong didaulat menjadi pimpinan sementara karena usianya yang paling tua di antara anggota DPR yang lain. Sesuai ketentuan, pimpinan sementara di DPR adalah anggota yang usianya tertua dan termuda.
Popong sendiri mengaku tidak menyoal jika dituding tidak demokratis dalam memimpin sidang. Yang penting, menurut dia, sidang berjalan sukses.
Popong juga menyebut partai berhak melakukan walk out dalam sidang, sebagai bentuk demokrasi yang sudah berjalan di Tanah Air.
Dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR, PKB, Hanura, PDI Perjuangan, dan Nasdem beturut-turut memutuskan walk out lantaran merasa pimpinan sidang tidak demokratis karena tidak mempersilahkan anggota untuk berbicara.
Dalam sidang itu berkali-kali anggota yang hadir melayangkan interupsi, namun Popong mengacuhkan dan terus saja melanjutkan sidang.
Di tengah "hujan" interupsi, Popong lalu meminta masing-masing fraksi menyatakan paket pimpinan DPR yang diusulkan. Berdasarkan pantauan, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, PPP kompak satu suara.
Seluruh partai itu mengusung politisi Partai Golkar Setya Novanto sebagai Ketua DPR, dengan empat Wakil Ketua DPR yakni politisi Gerindra Fadli Zon, politisi Demokrat Agus Hermanto, politisi PAN Taufik Kurniawan, dan politisi PKS Fahri Hamzah.
Dengan walk out-nya empat partai, dan hanya ada satu paket usulan pimpinan DPR, Popong lantas mengesahkan paket pimpinan DPR tersebut.
Paket itu pun disetujui seluruh partai yang tersisa di dalam ruang sidang paripurna. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029