Suara.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok yakin bila Koalisi Merah Putih memimpin MPR periode 2014-2019 tidak akan mengembalikan pemilihan presiden ke MPR.
"Tidak mungkin. Itu prosesnya panjang," kata Mubarok kepada suara.com, Selasa (7/10/2014).
Mubarok mengatakan kesuksesan pilpres langsung di Indonesia sudah diakui dunia bisa berjalan demokratis.
"Pilpres hanya lima tahun sekali. Beda dengan pilkada, selama empat tahun bisa terus-terusan ada," kata Mubarok.
Itu sebabnya, Mubarok mengatakan sangat kecil kemungkinannya Koalisi Merah Putih sampai mengembalikan mekanisme pilpres ke MPR.
Lebih jauh Mubarok mengatakan menguasai pimpinan MPR sesungguhnya tidak akan banyak pengaruhnya. Menurut dia, MPR sekarang sudah tidak memiliki banyak kewenangan.
"Jadi, itu (ingin menguasai MPR) hanya gengsi saja. MPR sekarang kan tidak punya kewenangan. Jadi, kalau bisa menang di MPR kan citranya Jokowi bisa dikalahkan, itu aja," kata Mubarok.
Namun, kata Mubarok, bila Koalisi Merah Putih menguasai DPR/MPR itu bagus untuk kepentingan negara. "Jadi, pemerintah betul-betul diawasi Parlemen. Parlemen jadi gak bisa diatur-atur sehingga pemerintah harus serius menjalankan program pro rakyat," kata Mubarok.
Menurut Mubarok kalau DPR bisa diatur pemerintah, dampaknya akan tidak bagus.
"Nanti malah ada perselingkuhan politik. Jadi pemerintah harus serius. Presiden harus hormati DPR. Presiden tidak bisa atur-atur (DPR)," katanya.
Ia membandingkan dengan jaman Presiden Soeharto. Pada waktu itu, kata Mubarok, Soeharto bisa mengatur DPR.
"Jadi, DPR jadi tukang stempel saja," katanya.
Saat ini sidang paripurna pemilihan pimpinan MPR sedang berlangsung. Koalisi Merah Putih dan Partai Demokrat mengajukan empat calon dari perwakilan koalisi dan satu perwakilan yang berasal dari Dewan Perwakilan Daerah. Paket tersebut terdiri dari unsur Partai Demokrat, PAN, Golkar, PKS, serta DPD.
Sedangkan Koalisi Indonesia Hebat bakal mengusung paket Ketua MPR dari unsur DPD serta empat wakil dari perwakilan partai anggota Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji