Suara.com - Seorang personel medis Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Liberia, yang ditanyakan positif terkena Ebola, tiba di kota Leipzig, Jerman, pada Kamis (9/10/2014), untuk menjalani perawatan di klinik setempat yang memiliki fasilitas khusus.
Petugas PBB itu merupakan pasien Ebola ketiga yang tiba di Jerman untuk menjalani pengobatan.
Personel medis yang tidak diungkapkan jati dirinya itu terkena Ebola di Liberia. Dia merupakan anggota kedua misi PBB yang terkena virus ganas tersebut. Personel pertama meninggal pada 25 September 2014 lalu.
"Orang tersebut akan dirawat di ruangan yang diisolasi dengan penjagaan keamanan yang ketat," kata Dr Iris Minde, kepala klinik St Georg Leipzig.
"Tidak ada bahaya penularan bagi pasien-pasien lainnya, keluarga, para pengunjung ataupun masyarakat,” tambahnya.
Rumah sakit tersebut menekankan bahwa dokter-dokter dan stafnya sangat siap dan telah mendapatkan pelatihan rutin tentang bagaimana bekerja dalam kamar isolasi yang berisi pasien-pasien penderita penyakit yang sangat menular.
Seorang perawat berkewarganegaraan Spanyol menjadi orang pertama yang terkena Ebola di luar Afrika.
Dia terkena virus itu ketika merawat seorang pendeta yang meninggal karena penyakit tersebut.
Menurut catatan badan kesehatan dunia WHO, Ebola yang merupakan wabah terburuk dunia, hingga 5 Oktober telah menewaskan 3.879 orang, sebagian besar di Liberia, Guinea dan Sierra Leone.
Seorang anggota staf WHO yang tiba di Jerman dari Sierra Leone untuk menjalani perawatan bulan lalu telah dipulangkan pada akhir pekan lalu. Perawatan yang dijalaninya di sebuah klinik di Hamburg itu mencapai keberhasilan. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK