Suara.com - Kandidat presiden Bolivia yang juga adalah presiden incumbent, Evo Morales, mendeklarasikan kemenangannya dalam pemilihan presiden hari Minggu (12/11/2014) waktu setempat.
Hasil hitung suara resmi memang belum diumumkan. Namun, hasil hitung exit poll nasional menempatkan Morales di urutan teratas di antara kandidat lainnya dengan 61 persen suara. Kemenangan akan mengantar Morales kembali ke tampuk kekuasaan hingga tahun 2020, setelah dua periode menjabat sebagai presiden.
"Kami berterimakasih kepada rakyat Bolivia atas kemenangan baru ini," kata Morales di hadapan para pendukungnya di ibukota Bolivia, La Paz.
Presiden berusia 54 tahun itu merupakan kepala negara pertama di kawasan Amerika Selatan yang merupakan keturunan etnis asli Benua Amerika. Morales mengalahkan empat kandidat pesaingnya.
Sejak pemungutan suara berlangsung, para analis sudah memperkirakan kemenangan akan direbut oleh Morales. Ramalan itu didasarkan pada hasil sejumlah polling yang digelar sebelum pilpres serta pertumbuhan perekonomian Bolivia sejak dirinya menjabat sebagai kepala negara.
"Perbedaan antara Evo Morales dan pesaingnya sangat besar, jelas saya tidak memperkirakan ada kejutan," kata analis ekonomi Carlos Toranzo kepada CNN.
"Sebagian besar pemilih mendukung Morales karena mereka ingin peningkatan ekonomi yang terjadi selama beberapa tahun belakangan terus berlangsung," lanjutnya.
Morales yang seorang mantan pemimpin serikat petani daun koka itu memenangkan pemilu pertama dengan program pengentasan kemiskinan. Memang, sejak Morales menjabat, negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan dibandingkan dengan negara-negara tetangganya.
Namun, para lawan politik Morales menudingnya menggunakan kekuasaannya untuk bisa menjabat kembali. Tahun lalu, sebuah putusan pengadilan menyatakan bahwa dirinya bisa kembali mengikuti pemilihan presiden meski sudah dua kali menjabat. Alasan pengadilan, periode kedua pemerintahannya adalah yang pertama di bawah konstitusi baru. (CNN)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional