Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan PDI Perjuangan memiliki tradisi bila Presiden yang diusung menang, maka semua kader akan menjadi pendukung pemerintah, termasuk kebijakan harga BBM.
"Itu berlaku universal, itu kalau pemerintah yang diusung menang, kita harus jadi partai pendukung. Tidak mungkin melawan kebijakan pemerintah, termasuk melawan kebijakan subsidi. PDI Perjuangan akan mendukung apapun yang akan diambil Pak Jokowi, baik itu menaikkan harga BBM, tetap, atau harganya diturunkan, kita dukung penuh," kata Eva Sundari kepada suara.com, Minggu (9/11/2014).
Tapi untuk saat ini, kata Eva, PDI Perjuangan sedang menunggu kebijakan Presiden Jokowi, terutama menyangkut rencana pencabutan subsidi harga BBM.
"Sekarang kita tunggu kebijakan Pak Jokowi seperti apa terhadap harga BBM," kata Eva.
Pernyataan Eva terkait dengan sikap dua kader PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka dan Effendi Simbolon yang menolak wacana kenaikan harga BBM. Adanya penolakan tersebut menunjukkan belum ada kekompakan diinternal partai pengusung Jokowi sendiri.
Eva Sundari mengatakan sikap yang ditunjukkan kedua kader PDI Perjuangan tersebut tidak perlu disoal karena memang pemerintah belum memutuskan kebijakan kenaikan harga BBM.
"Tidak apa-apa. Mereka tidak melanggar aturan, kan pemerintrah belum ada keputusan. Baru kalau sudah ada keputusan, semua kader akan mendukung," kata Eva Sundari.
Sikap Rieke dan Effendi dinilai sebagai dinamika biasa, apalagi sekarang wacana kenaikan harga BBM masih dalam tahap konsultasi publik, dimana semua orang boleh memberikan masukan.
Ditanya bagaimana kalau pemerintah menetapkan pencabutan subsidi BBM, tetapi kader PDI Perjuangan tetap menolaknya? Eva mengatakan tidak ada dalam tradisi PDI Perjuangan seperti itu.
"Tidak ada tradisi PDI Perjuangan kader melawan, mereka akan setuju. Tapi kalau ada indisipliner, tentu itu ada mekanismenya," kata Eva Sundari.
Tag
Berita Terkait
-
Bahlil Ungkap Rencana Pemerintah Stop Impor BBM pada 2027
-
ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli BBM Solar dari Kilang Pertamina Mulai Tahun Ini
-
Harga Mobil Toyota Agya Bekas Terbaru 2026, City Car yang Irit BBM
-
Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik
-
Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Mengenang Capt. Andy: Pilot Senior yang Gugur dalam Tugas, Sosok Loyal dengan Selera Humor Tinggi
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi