News / Nasional
Minggu, 09 November 2014 | 10:23 WIB
Rieke Dyah Pitaloka

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan PDI Perjuangan memiliki tradisi bila Presiden yang diusung menang, maka semua kader akan menjadi pendukung pemerintah, termasuk kebijakan harga BBM.

"Itu berlaku universal, itu kalau pemerintah yang diusung menang, kita harus jadi partai pendukung. Tidak mungkin melawan kebijakan pemerintah, termasuk melawan kebijakan subsidi. PDI Perjuangan akan mendukung apapun yang akan diambil Pak Jokowi, baik itu menaikkan harga BBM, tetap, atau harganya diturunkan, kita dukung penuh," kata Eva Sundari kepada suara.com, Minggu (9/11/2014).

Tapi untuk saat ini, kata Eva, PDI Perjuangan sedang menunggu kebijakan Presiden Jokowi, terutama menyangkut rencana pencabutan subsidi harga BBM.

"Sekarang kita tunggu kebijakan Pak Jokowi seperti apa terhadap harga BBM," kata Eva.

Pernyataan Eva terkait dengan sikap dua kader PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka dan Effendi Simbolon yang menolak wacana kenaikan harga BBM. Adanya penolakan tersebut menunjukkan belum ada kekompakan diinternal partai pengusung Jokowi sendiri.

Eva Sundari mengatakan sikap yang ditunjukkan kedua kader PDI Perjuangan tersebut tidak perlu disoal karena memang pemerintah belum memutuskan kebijakan kenaikan harga BBM.

"Tidak apa-apa. Mereka tidak melanggar aturan, kan pemerintrah belum ada keputusan. Baru kalau sudah ada keputusan, semua kader akan mendukung," kata Eva Sundari.

Sikap Rieke dan Effendi dinilai sebagai dinamika biasa, apalagi sekarang wacana kenaikan harga BBM masih dalam tahap konsultasi publik, dimana semua orang boleh memberikan masukan.

Ditanya bagaimana kalau pemerintah menetapkan pencabutan subsidi BBM, tetapi kader PDI Perjuangan tetap menolaknya? Eva mengatakan tidak ada dalam tradisi PDI Perjuangan seperti itu.

"Tidak ada tradisi PDI Perjuangan kader melawan, mereka akan setuju. Tapi kalau ada indisipliner, tentu itu ada mekanismenya," kata Eva Sundari.

Tag

Load More