- Kementerian ESDM mengubah metode penetapan kuota impor BBM operator SPBU swasta dari tahunan menjadi periodik mulai tahun 2026.
- Dirjen Migas ESDM menyatakan evaluasi penetapan kuota akan dilakukan secara berkala, namun jangka waktunya belum dirinci.
- Volume kuota impor BBM bagi SPBU swasta untuk 2026 dipastikan mirip dengan besaran yang ditetapkan pada tahun sebelumnya.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengubah mekanisme penetapan kuota impor BBM bagi operator SPBU swasta untuk 2026.
Jika sebelumnya, kuota impor ditetapkan satu tahun sekali, kini diberlakukan secara periodik.
Meski demikian, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, tidak menjelaskan lebih jauh berapa jangka waktu penetapannya untuk kembali dievaluasi.
"Kan kita tidak berikan sekaligus. Jadi kita evaluasi juga kan. Jadi tidak diberikan langsung satu tahun gitu, ada periodesasinya," kata Laode saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen yang dikutip, Jumat (23/1/2026).
Terkait dengan besaran kuota impor bagi SPBU swasta, Laode menyebut, volumenya masih mirip dengan tahun lalu.
"Kebijakannya sama atau mirip dengan 2025," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, kuota impor BBM bagi SPBU swasta untuk 2026 telah ditetapkan Kementerian ESDM. Namun hingga saat ini, belum diketahui berapa kuota yang diberikan pemerintah.
Dengan ditetapkannya kuota, operator SPBU swasta sudah dapat mengimpor BBM untuk dijual kembali ke masyarakat.
Salah satu badan usaha yang sudah melakukan impor adalah PT Aneka Petroindo Raya selaku operator SPBU BP-AKR.
Baca Juga: Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor
Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, mengatakan proses impor sudah dilakukan perusahaan per Januari 2026.
"Sebagai wujud dari komitmen tersebut, mulai bulan Januari tahun ini BP-AKR akan kembali melakukan pengadaan bahan bakar yang di impor langsung, dengan memastikan seluruh produk telah memenuhi standar kualitas BP internasional," kata Vanda saat dikonformasi Suara.com, Senin (12/1/2026).
Berita Terkait
-
BPH Migas Bongkar Pengelewengan BBM Subsidi di Lhokseumawe Aceh
-
Jalur Terputus, BPH Migas dan Pertamina Punya Trik Khusus Pasok BBM di Aceh
-
Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5
-
Dibayangi Risiko Super Glut, ICP Desember 2025 Melandai
-
Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini Kompak Turun, Cabai Keriting hingga Beras Medium Ikut Terkoreksi
-
Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama
-
Hampir Naik Rp 100 Ribu, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 2,88 Juta/Gram Hari Ini
-
Ekonomi Masih Berfluktuasi, Kota Mandiri Jadi Magnet Investasi dan Aktivitas Baru
-
Rupiah Masih Perkasa di Jumat Pagi ke Level Rp 16.844/USD
-
Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor
-
HSBC Indonesia Bidik Penggunaan Kartu Kredit Bakal Melonjak di 2026
-
IHSG Dibuka Menguat Tapi Langsung Merosot ke Level 8.974 di Jumat Pagi
-
Ada 18 Bank Mau Bangkrut di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
Gara-gara Ini, Jumlah Tabungan Rp5 Miliar Meningkat