- Menteri ESDM Bahlil menyatakan sikap anti impor dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI pada Kamis (22/1/2026) di Senayan Jakarta.
- Konsumsi BBM nasional tinggi sementara produksi dalam negeri rendah, mendorong target pengurangan impor bensin signifikan pada 2026.
- Kementerian ESDM menerapkan kebijakan seperti mandatori E10 dan menargetkan penghentian total impor bensin RON 92, 95, dan 98 pada tahun 2027.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui dirinya merupakan menteri yang anti impor. Ia menyebut impor merupakan sikap ketergantungan terhadap negara lain.
Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, pada Kamis (22/1/2026).
Awalnya Bahlil memaparkan konsumsi BBM nasional yang berada di kisaran 39 juta hingga 40 juta kiloliter setiap tahunnya. Sementara produksi dalam negeri hanya sebesar 14 juta kiloliter (KL).
Namun, akan bertambah sebesar 5,8 juta kiloliter dengan mulai beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
"39 juta kurang 14 juta kiloliter, impor kita pada 2025, kisaran 24 sampai 25 juta kiloliter. Dengan penambahan 5,8 juta, maka kurang lebih sekitar 19 juta lebih untuk kita impor di 2026, bensin," ujar Bahlil.
Untuk menekan ketergantungan impor itu sejumlah kebijakan diambil Kementerian ESDM, salah satu dengan penerpan mandatori E10.
"Kalau etanolnya 10 persen, itu dapat melakukan efisiensi impor sebesar 3,9 juta. Ini baru kita bicara tentang menuju kepada apa yang disebutkan kemandirian energi. Maka apa yang harus dilakukan? Tidak bisa sekaligus kita lakukan, harus bertahap. Karena kita sudah ketinggalan," imbuhnya.
Bahlil lantas menyebut bahwa ketergantungan terhadap impor terjadi by design. Ia pun menegaskan bahwa dirinya adalah menteri yang anti terhadap impor.
"Kalau jujur saya katakan, dari lubuk hati yang pada dalam, ini by design dibuat, untuk kita tetap tergantung kepada impor. Kalau mau ditanya menteri siapa yang anti-impor? Saya," tegasnya.
Baca Juga: Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi
"Karena bentuk impor ini adalah bentuk anak bobokan untuk melakukan sebuah proses agar kita tergantung terus pada negara lain," katanya menambahkan.
Untuk itu Bahlil menyebut tak ingin Indonesia selamanya ketergantungan terhadap impor BBM. Pada 2027, impor BBM jenis bensin Ron 92, 95, dan 98 akan dihentikan.
"Maka apa yang kita lakukan? Untuk RON 92, 95, 98, kita segera mengurangi, dan 2027 tidak boleh kita impor lagi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan
-
Kalang Kabut! Purbaya Terhimpit, Bahlil Terjepit
-
Efek Ramadan, Penjualan Eceran Februari 2026 Diproyeksi Naik 4,4 Persen
-
Mengapa Konsumen Indonesia Tetap Optimistis saat Konflik Timur Tengah Bikin Dunia Gelisah?
-
Bahagia Terima BHR, Pengemudi Ojol: Bisa Buat Keperluan Anak
-
Pemerintah: Harga BBM Tidak Akan Naik hingga Lebaran
-
Jadwal dan Rute Jalan Tol Diskon selama Mudik dan Arus Balik 2026
-
THR Sudah Cair? Begini Cara Kelolanya Agar Dompet Gak Kiamat Usai Lebaran
-
Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaran Wara-wiri Mudik di Jalan Tol
-
Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM 21 Hari Cukup: Seperti Tandon, Sebelum Habis Sudah Diisi Lagi