Suara.com - Guru Besar Universitas Pertahanan, Salim Said, menilai bahwa gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) telah membuat banyak pihak terkejut.
"(Itu) Karena kita sudah lama diperbudak," ujar Salim, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2014).
Salim menuturkan, di awal Orde Baru, masyarakat pun sempat belum terbiasa dengan kepemimpinan Ali Sadikin yang berusaha keluar dari ketertindasan Orde Lama. Namun akhirnya perlahan-lahan masyarakat dapat menerima Ali Sadikin.
"Kita belum terbiasa dengan gaya Ahok. Mari kita bersabar, belajar dan menilainya, dengan cara melihat apakah dia dengan gaya seperti itu bisa mencapai sesuatu," imbuhnya.
Menurut mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu, kalau Ahok bisa mencapai sesuatu dengan gaya kepemimpinannya, maka masyarakat tidak usah ribut. Yang menjadi persoalan menurutnya adalah masyarakat sudah terlalu lama di-ninabobo-kan dan tidak berani mengangkat dagu.
"Sekarang kita ada (dalam proses) demokratisasi. Jadi menurut saya Ahok itu baik, produk demokratisasi. Kita tunggu saja, apakah janjinya atau marah-marahnya itu menghasilkan sesuatu dan sukses," paparnya.
Salim kembali menambahkan, gaya kepemimpinan Ahok memang seperti itu. Maka menurutnya pula, dirinya tidak akan ambil pusing apabila Ahok mau bicara seperti apa.
"Bolehlah, itu kebebasan kok. Kalau dia melanggar, ya, kita adukan ke pengadilan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita
-
Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis
-
Pacu Investasi, Pemprov DKI Siapkan Perizinan Mudah dan Insentif bagi Pengusaha
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang
-
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
-
Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis
-
Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa