News / Nasional
Selasa, 02 Desember 2014 | 02:00 WIB
Suara.com

Suara.com - Pimpinan Musyawarah Nasional IX Golkar Nurdin Halid mengatakan tidak masalah dengan beredarnya rekaman yang berisi tentang skenario untuk memenangkan Aburizal Bakrie lagi di bursa ketua umum periode 2014-2019.

"Saya mau dengar dulu. Saya dengar baik-baik. Tapi pertemuan itu sebagai steering commitee pra munas, untuk memberikan gambaran kepada ketua DPD I se-Indonesia. Itu biasa. Bukan pengarahan," kata Nurdin di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (2/12/2014) dini hari.

Seperti diketahui, beredar rekaman yang menunjukkan suara orang yang diduga Nurdin Halid. Suara itu sedang mengarahkan untuk memenangkan Aburizal. Rekaman berdurasi 122 menit 57 detik itu diambil dalam rapat tertutup yang digelar 29 November 2014 di Bali.

Bagi Nurdin, adanya pengarahan dalam rekaman itu tidak masalah karena tata tertib sudah dibuat jauh-jauh hari dan disebar untuk setiap peserta munas.

"Tata tertib itu sudah dibuat jauh-jauh hari dan disebar kepada seluruh peserta. Dan pada tanggal 29 itu pertemuan itu menjelaskan pra Munas untuk DPD I, bukan pengarahan," kata dia.

Dia menganggap itu sebagai hal biasa, meskipun pada saat itu dia sudah menjabat sebagai steering commitee Munas IX.

"Ah itu biasa," ujarnya.

Dia malah mempertanyakan pertemuan calon ketua umum Airlangga Hertarto, yang belakangan mengundurkan diri. Pertemuan itu, kata Nurdin, jelas-jelas mengarahkan massa untuk menyiasati munas, di antaranya, pembentukan floor leader dan memperjuangkan tata tertib.

"Pada pertemuan itu (Airlangga), oleh tim, dihadiri, dan ada fotonya. Kalian harus objektif dan adil dalam pemberitaan. Ada rekamannya. Nanti saya perdengarkan," kata dia.

Tag

Load More