Suara.com - Anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, pihaknya sudah melaporkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional IX (Munas) di Bali yang digelar Aburizal Bakrie (Ical) kepada pemerintah.
"Yang kami laporkan bahwa penyelanggaran munas di Bali itu tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang diatur, utamanya menyangkut pasal 45, anggaran dasar rumah tangga dan tata cara pemilihan pimpinan partai," ujar Agun di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2014).
Agun menambahkan, selain itu, pihaknya akan melakukan gugatan hukum ke pengadilan negeri terkait Munas di Bali yang dituding ilegal.
"Cacat prosedural dan tentunya hasil-hasilnya pun tidak diterima dan tidak diakui," sambungnya lagi
Lebih lanjut Agung memaparkan, Munas di Bali sudah digiring untuk memenangkan Ical secara aklamasi.
"Faktanya yang terjadi adalah dilakukan dengan cara aklamasi dimana pasal 22 ayat 4, jelas sudah menggiring mengarah pada aklamasi, hal ini mengakibatkan terhadangnya peluang sodara Erlangga Hartato untuk bisa masuk ke dalam pemilihan," paparnya.
Maka dari itu, Tim penyelamat partao Golkar mempunya kewajiban untuk menyelanggarakan Munas.
"Munas yang kita lakukan itu bukan munas tandingan, ini adalah munas kontitusional sesuai dengan AD/ART," tandasnya.
Berita Terkait
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Sinopsis Love on the Menu, Drama Baru Hani EXID Kisahkan Lika-liku Keluarga
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai