Suara.com - Presiden Joko Widodo optimistis pembangunan kawasan terpadu Tanjung Api-Api di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dapat terlaksana sesuai rencana.
Kawasan Terpadu Tanjung Api-Api yang akan terdiri atas pelabuhan penumpang, pelabuhan barang, kawasan industri lengkap dengan rel kereta api dan jalur transportasi jalan tersebut bisa masuk ke dalam jaringan tol laut, kata Presiden usai meninjau Pelabuhan Tanjung Api-Api, Minggu (7/12/2014) siang.
"Bisa masuk nanti (tol laut), tadi kita lihat masalahnya apa. Kalau anggaran tidak menjadi masalah, tinggal masalah teknisnya," kata Presiden.
Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dalam paparannya menjelaskan kawasan seluas lebih dari 1.000 hektare itu dengan total biaya pembangunan seluruhnya Rp104 triliun dapat selesai pada 2018.
Presiden Jokowi mengatakan pemerintah pusat akan membantu kebutuhan anggaran sekitar Rp500 miliar lebih dalam tiga tahun mendatang.
Usai melakukan peninjauan, Presiden dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan terbatas kembali ke Palembang dengan menggunakan helikopter Puma TNI Angkatan Udara. Sebelumnya dari Palembang menggunakan mobil menempuh jarak 70 kilometer selama dua jam. (Antara)
Berita Terkait
-
Bongkar Penampakan Ijazah Gibran dengan Alumni MDIS Singapura, Apakah Sama?
-
Riwayat Pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School Disorot, Ini Fakta dan Profil Sekolahnya
-
Di Balik Kontroversi Ijazah Gibran Rakabuming Raka, Ini Profil Kampus MDIS Singapura
-
Jawaban Pengacara Jokowi Soal Ijazah Bikin Refly Harun Geram: 'Aneh
-
Dokter Tifa Sebut Jokowi Hanya Bisa Dihancurkan Orang Gila
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Soal Sengketa Tanah Jimbaran, Ombudsman RI Sebut BPN Bali Patuhi Rekomendasi
-
Oknum TNI AL Mabuk dan Aniaya Warga Talaud, Masyarakat Geram Hingga Kapal Rusak Parah
-
Momen Wamen Didit Ambil Alih Posisi Inspektur Saat Menteri Trenggono Pingsan di Podium
-
Seskab Teddy Bongkar Isi Pertemuan 2,5 Jam Prabowo-Macron, Selaraskan Isu Global di Meja Makan
-
Penyebab Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Wamen Didit Ungkap Kondisinya
-
Update Terkini ASN Pindah ke IKN Nusantara, Tahap Awal Mulai Dilaksanakan?
-
Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
-
Tito Karnavian Resmikan Huntara Agam, Dorong Percepatan Bantuan dan Validasi Data Korban Bencana
-
Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI
-
Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR