Suara.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Sri Wahyuni di Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, dilakukan hari ini, Rabu (10/12/2014).
Polisi menghadirkan tersangka pembunuh Sri, JAH. JAH tak lain adalah mantan pacar Sri. Ia terlihat mengenakan baju tahanan Polres Metro Bandara Soekarno Hatta warna orange, celana pendek merah muda, dan wajahnya ditutupi.
Di TKP, JAH menunjukkan delapan adegan membunuh Sri.
Dari salah satu adegan terlihat, Sri menampar JAH. Tidak terima ditampar, JAH langsung mencekik leher Sri dengan satu tangan.
Kemudian, JAH menghentikan mobil di dekat taman Jalan Prapanca Raya dan Taman Gajah. Lalu, JAH mencekik Sri dengan dua tangan.
Pada saat itu, posisi JAH berada di atas badan Sri.
Sambil terus mencekik, JAH menurunkan senderan kursi yang diduduki korban.
Tak lama kemudian, Sri lemas. JAH pun memeriksa denyut nadi Sri. Ia ingin tahu apakah Sri atau masih hidup.
Baju yang dikenakan JAH kena percikan darah yang keluar dari tubuh Sri.
Dalam rekonstruksi, mobil yang digunakan adalah Honda Freed warna putih, tapi oleh polisi plat diganti dengan mobil milik Sri.
Menurut penjelasan Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Bandara Soekarno Hatta, Komisaris Polisi Azhari Kurniawan, ketika pelaku mencekik korban, itu adalah adegan keenam.
"Khusus pembunuhannya berada di sini, rekonstruksi dilakukan adalah dalam rangka penyesuaian barang bukti mata rantai suatu perbuatan biar tidak terputus mengalir," ujar Azhari.
Azhari menambahkan, adegan ini sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh para saksi dan alat bukti yang ada.
"Termasuk juga dari keterangan tersangka," katanya.
Mayat Sri kemudian ditinggalkan di dalam mobil yang diparkir Bandara Soekarno-Hatta. Sementara JAH kabur. Jenazah tersebut ditemukan beberapa hari kemudian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng