Suara.com - Aparat Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat meringkus sindikat pelaku penipuan dengan modus hipnotis terhadap para korbannya. Kerugian korban diperkirakan mencapai Rp2,6 miliar.
"Sindikat ini terdiri dari tiga wanita dan seorang pria," kata Kepala Polrestro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat di Jakarta Jumat (12/12/2014).
Polisi menangkap tersangka EV (31), AR (33), LY (45) dan OS alias Koko (50) di Apartemen Mediterania Tanjung Duren Jakarta Barat dan Jalan Guntur Jakarta Selatan.
Wahyu menuturkan kelompok pelaku kejahatan itu menipu tiga korban dengan modus mengaku bisa mengusir roh jahat pada tubuh korban. Wahyu mengungkapkan awalnya polisi membekuk AR saat beraksi mengusir roh jahat terhadap korban IH.
Ketika itu, IH yang menumpang mobil AR terkejut karena uang dan perhiasan yang disimpan dalam plastik berubah menjadi tiga botol air mineral. Korban berteriak hingga menarik perhatian warga sekitar, akhirnya mobil tersangka dihentikan massa di lokasi kejadian.
Warga dan korban IH menemukan plastik berisi perhiasan dan uang itu ada di dalam mobil tersangka. Kemudian warga membawa tersangka ke Polsek Metro Setiabudi untuk dilakukan penyelidikan yang terungkap telah melakukan hal serupa terhadap dua korban lainnya.
Dari keterangan AR terungkap tiga tersangka lainnya yakni EV, LY dan OS alias Koko. Wahyu menyebutkan korban L kehilangan sejumlah uang dan perhiasan senilai Rp2,6 miliar akibat ditipu kelompok tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Meutya Hafid Ungkap Modus Baru Penipuan, Pelaku Ngaku Anggota DPR lalu Minta Sumbangan
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Hati-hati! 4 Zodiak Ini Punya 'Titik Lemah' yang Bikin Uang Mereka Cepat Ludes
-
Tips Aman Menghindari Penipuan Berkedok Bantuan Sosial Online
-
Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
-
Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra
-
Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG